Category: Mikrokontroler AVR

Konektor ISP 6 Pin

Belakangan, konektor AVR ISP 6 pin mulai populer. Konektor 10 pin yang selama ini dirujuk oleh sejumlah hardware programmer, perlu ditambahkan konverter agar bisa digunakan untuk memrogram chip AVR yang terpasang pada board dengan konektor ISP 6 pin. Berikut adalah posisi pin dari masing-masing: Keduanya merujuk pada urutan yang disarankan oleh pengembang AVR, Atmel.

Perangkat Keras Arduino

Dalam tulisan terdahulu dijelaskan perjalanan lahirnya produk Arduino, yang merupakan paket hardware berbasis mikrokontroler AVR dan sebuah IDE – Integrated Development Environment, yang menggunakan sintaksis Bahasa C sebagai referensi. Dalam perkembangannya, pengembang sudah me-release sejumlah disain hardware. Dari sisi koneksi dengan komputer dan teknologi PCB serta komponen yang digunakan, dapat dibagi menjadi beberapa generasi. Generasi …

Continue reading

ATmega8535 Lebih Stabil Dibanding ATmega16/32?

ATmega8535/16/32 adalah tiga varian mikrokontroler AVR yang mudah diperoleh di pasaran, khususnya di kota Bandung. Ketiganya pun sering digunakan dalam kelas pelatihan mikrokontroler dan robotik yang diadakan NEXT SYSTEM Robotics Learning Center, sejak tahun 2007. Namun, pertanyaan di atas muncul ketika sejumlah siswa yang tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba robot tingkat nasional beberapa waktu …

Continue reading

Memori AVR ATmega16

Terdapat tiga kelompok memori dalam mikrokontroler AVR ATmega16: Flash memory (ruang program), ruang dimana program disimpan. SRAM (static random access memory), ruang dimana program membuat dan me-manipulasi variabel ketika program berjalan. EEPROM merupakan ruang memori dimana programmer dalam menyimpan informasi dalam waktu yang panjang (permanen). Memori Flash dan EEPROM bersifat non-volatile (informasi tetap ada walaupun …

Continue reading

Memrogram Mikrokontroler: C atau Assembly?

Memrogram mikrokontroler dengan menggunakan bahasa assembly, bisa jadi merupakan mimpi buruk bagi sebagian orang, namun menjadi mainan yang menyenangkan bagi sebagian lainnya. Harus diakui, bahasa assembly memang tidak manusiawi, karena tidak mudah dibaca dan di-interpretasikan. Perlu bekal yang memadai sebelum kita dapat membaca dan memrogramnya dengan baik. Namun demikian, logika program dapat dituangkan langkah demi …

Continue reading

Fungsi digitalWrite() pada Arduino

Semua pengguna Arduino pasti familiar dengan fungsi digitalWrite(). Fungsi ini adalah satu diantara sekian banyak fungsi yang disediakan, yang akan memudahkan pengguna Arduino. Namun, dibalik kemudahan yang ditawarkan, ada konsekuensi yang harus diterima. Sebagai contoh, perhatikan program berikut: void setup() { pinMode(2, OUTPUT); } void loop() { digitalWrite(2, HIGH); digitalWrite(2, LOW); } Setelah program disuntikkan …

Continue reading

Bahasa C untuk Mikrokontroler AVR

Kebanyakan pengguna mikrokontroler menggunakan Bahasa C dalam pemrogramannya, dengan alasan efisien. Dibanding dengan bahasa pemrograman lainnya, untuk program yang sama, Bahasa C memang menghasilkan hex code yang lebih kecil. Untuk lingkungan mikrokontroler yang memiliki ruang program memory terbatas, maka efisiensi menjadi sebuah keharusan. Untuk mikrokontroler AVR, terdapat beberapa compiler Bahasa C yang dapat disarankan. Yang …

Continue reading