Tag: NS.One

NS.One dan Real-Time OS

Belakangan ini, isu Real-Time OS cukup semarak, karena menawarkan cara yang lebih sederhana dalam menjalankan beberapa aplikasi secara simultan. Setiap aplikasi ditangani sebagai sebuah thread dan eksekusinya dikelola oleh sebuah kernel sederhana. Operasional RTOS memerlukan kemampuan CPU yang mumpuni, serta harus didukung dengan ketersediaan RAM yang cukup. Memang untuk mikrokontroler kelas 8-bit, resource-nya relatif terbatas; …

Continue reading

NS.One : Real Time Clock DS3231

Membuat jam digital dengan NS.One, cukup mudah, karena dalam software sudah disediakan pustaka untuk penggunaan chip Real Time Clock DS1307 atau DS3231, yang terhubung secara I2C. Tampak dalam gambar, LCD 16×2 dan modul RTC DS3231, keduanya terhubung secara I2C dengan board Robot Edukasi AVR, dan diprogram dengan software NS.One. Robot Edukasi AVR menggunakan mikrokontroler AVR …

Continue reading

Konversi Analog ke Digital

Dengan menggunakan board NS.One/32 4 MHz, dilakukan uji performa untuk proses konversi analog ke digital, menggunakan fungsi analogRead(). Dengan rujukan 4 MHz, fungsi ini menggunakan kecepatan ADC clock 125 kHz. Menurut datasheet, proses konversi memerlukan 13 clock atau sekira 104 us. void setup() { Serial.begin(9600); } void loop() { unsigned long time, elapsed; time = …

Continue reading

NS.One dan Keypad

Berikut adalah sebuah program contoh untuk operasional NS.One dengan keypad 3×4, dengan rujukan pin pada keypad, sbb: Pin 1 – 7 pada keypad dihubungkan dengan pin 24 (PA0) – 30 (PA6). Setiap key yang ditekan akan dikirim ke Serial Monitor. const int numRows = 4; const int numCols = 3; const int debounceTime = 20; …

Continue reading

Robot Indonesia mau dibawa ke mana?

Minggu, 24 November 2013 – Prestasi anak bangsa bisa dibilang membanggakan, khususnya di bidang robot. Robot buatan Indonesia banyak diakui dunia internasional. Lihat saja penghargaan yang diperoleh. Akan tetapi, akan ke mana arah dunia robot di Indonesia? Pemimpin Tim Riset Robot Edukasi NS One, Christianto Tjahyadi, mengatakan, prestasi bidang robot Indonesia yang cemerlang belum diiringi …

Continue reading

Sensor Ultrasonik HC-SR04

Sensor ultrasonik HC-SR04 menggunakan sonar untuk menentukan jarak terhadap sebuah objek, seperti yang dilakukan Kelelawar atau Lumba-lumba. Sensor ini memiliki akurasi yang cukup baik dan pembacaan yang cukup stabil. Operasionalnya tidak dipengaruhi oleh cahaya matahari atau material berwarna gelap, namun dipengaruhi oleh material akustik. Sensor ini memiliki spesifikasi jangkauan 2 cm – 400 cm dengan …

Continue reading

Buku From Bandung For The World

Buku “catatan sejarah” prestasi anak Bandung yang ditulis oleh Rini Rosliany, Yatti Chahyati dan Nur Yani, merupakan rekapitulasi dari tulisan prestasi anak Bandung yang mereka tulis selama kurun waktu 2 tahun terakhir di sejumlah media cetak di kota Bandung. Robot Green Bird dan NS.One yang ketika itu “baru lahir”, menjadi bagian dari buku ini. Rencananya, …

Continue reading

Meng-akses Variabel Volatile

Terdapat hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan variabel yang di-share antara Interrupt Service Routine (ISR) dan program utama. Ketika ISR dipicu ketika interupsi di-enable, kita perlu memperhatikan bagaimana meng-akses shared variable tersebut. Sebuah variabel harus diberi prefix volatile bila digunakan di dalam ISR dan di luarnya. Variabel yang hanya digunakan di luar ISR, tidak perlu …

Continue reading

I2C Scanner

Bila kita memiliki sebuah divais – I2C Slave, yang tidak kita ketahui alamatnya, maka sketch Arduino / NS.One berikut dapat membantu menemukan alamat divais I2C slave yang bersangkutan: #include <Wire.h> void setup() { Serial.begin (9600); Serial.println ("I2C scanner. Scanning …"); byte count = 0; Wire.begin(); for (byte i = 1; i < 120; i++) { …

Continue reading

Pengaturan Bit Rate pada I2C NS.One

Library Wire yang disediakan software NS.One atau Arduino, merujuk pada komunikasi secara I2C pada bit rate 100 kHz. Untuk beberapa divais, seperti beberapa produk dari Innovative Electronics, bit rate ini terlalu cepat. Beberapa divais hanya mendukung bit rate 50 kHz. Untuk itu, perlu dilakukan pengaturan ulang agar software dapat digunakan untuk maksud tersebut. Untuk mudahnya, …

Continue reading