Tag Archive: Arduino

Jun 16

Catatan Seputar ESP8266

Semua pin input digital memiliki proteksi terhadap tegangan berlebih, berupa rangkaian snap-back, yang menghubungkan input pad dengan ground. Tipikal tegangan snap-back sekitar 6V. Pin output juga memiliki proteksi terhadap tegangan balik, berupa dioda. ESP8266EX memiliki sebuah ADC dengan resolusi 10-bit, dengan jangkauan input 0 – 1.0 Volt.

Jun 15

ESP8266 dan Pustaka MQTT

Bila menggunakan pustaka rujukan yang berasal dari pustaka arduino, pastikan kita menyesuaikan setting ukuran paket yang terdapat dalam file …/Arduino/libraries/pubSubClient/src/PubSubClient.h. #define MQTT_MAX_PACKET_SIZE 128 menjadi: #define MQTT_MAX_PACKET_SIZE 256

May 29

Arduino: String dan Char Array

Lingkungan pemrograman Arduino menyediakan class String yang memberi kemudahan dalam hal manipulasi. Namun demikian, dalam beberapa kasus, khususnya dalam hal pengiriman data, diperlukan char array yang memiliki ukuran yang pasti. Untuk menangani hal ini, konversi dari String menjadi char array, kita dapat melakukannya demikian: char buff[100]; int count; void loop() { String pubString = "Hello …

Continue reading »

May 20

Tegangan Referensi Internal ATmega328

ATmega328 memiliki tegangan referensi internal, 1.1 Volt, sementara ATmega32 memiliki tegangan referensi internal 2.56 Volt. Besaran ini dapat digunakan untuk menghitung hasil konversi ADC, ketika menggunakan tegangan referensi AVCC. Sebagaimana kita ketahui, hasil konversi A/D sangat dipengaruhi oleh besaran tegangan referensi. ADC = ( Vin * 1024 ) / Vref Berikut adalah sebuah contoh program …

Continue reading »

May 20

Sensor Suhu Internal ATmega328

It turns out the Arduino 328 has a built in thermometer. Not the old Mega8 or 168. Not the Arduino Mega. Just 328 based Arduinos. The sensor isn’t very accurate – the data sheet says ±10°C. long readTemp() { long result; // Read temperature sensor against 1.1V reference ADMUX = _BV(REFS1) | _BV(REFS0) | _BV(MUX3); …

Continue reading »

Nov 11

NS.One v1.0 Tetap Ciamik

Board NS.One v1.0 menggunakan mikrokontroler AVR ATmega16 dan ATmega32. Pemrograman dilakukan melalui jalur serial, melalui software NS.One, yang kini mendukung sejumlah varian AVR: m8, m8535, m16, m32,  m128 dan m328p. Software NS.One sendiri merupakan turunan dari software arduino, yang dikondisikan untuk mendukung varian mikrokontroler AVR yang mudah didapat di pasaran lokal.

Jul 23

Elapsed Time dengan millis()

Dalam satu aplikasi arduino atau NS.One, kita ingin men-deteksi durasi 1 menit secara terus menerus. Untuk kebutuhan ini, kita dapat memanfaatkan fungsi millis(), sebagai berikut: unsigned long startTime = millis (); unsigned long interval = 60000; … if (millis() – startTime >= interval) { // do something } Fungsi millis() mengembalikan sebuah nilai unsigned long, …

Continue reading »

Dec 29

Membuat Library NS.One

Langkah pertama, kita buat sebuah file header, misal DemoLib.h, sebagai berikut: #ifndef DemoLib_h #define DemoLib_h #include "Arduino.h" class DemoLib { public: DemoLib(int pin); DemoLib(); void dot(); void dash(); private: int _pin; }; #endif Dalam contoh ini, kita membuat dua buah constructor, masing-masing dengan parameter dan tanpa parameter. Langkah kedua, kita buat sebuah file DemoLib.cpp yang …

Continue reading »

Nov 20

Konversi Analog ke Digital

Dengan menggunakan board NS.One/32 4 MHz, dilakukan uji performa untuk proses konversi analog ke digital, menggunakan fungsi analogRead(). Dengan rujukan 4 MHz, fungsi ini menggunakan kecepatan ADC clock 125 kHz. Menurut datasheet, proses konversi memerlukan 13 clock atau sekira 104 us. void setup() { Serial.begin(9600); } void loop() { unsigned long time, elapsed; time = …

Continue reading »

Jun 28

Arduino UNO Pinout

Older posts «

» Newer posts