«

»

Mar 28

Mikrokontroler Layaknya Otak Pada Robot

World Robotic Explorer hari ini terlihat berbeda dari hari bIasanya. Rumah robot pertama di dunIa yang terletak di Thamrin City lantai dua mengadakan sebuah sebuah seminar. Peserta yang hadir dikenakan bIaya Rp 100.000 untuk biaya seminar sudah termasuk makan sIang dan snack.

Seminar ini bertemakan tentang Mikrokontroler AVR : Pemrograman dan Aplikasinya, menghadirkan Ir. Christianto Tjahyadi, Ketua Pengembang Robot Edukasi dan NS.One.

Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB. Peserta yang datang harus melakukan registrasi untuk pembuatan ID card dan sertifikat yang diberikan di akhir seminar. Kurang lebih sekitar 50 orang yang menghadiri seminar. Mereka merupakan pelajar, mahasiwa dari berbagai perguruan tinggi, dan masyarakat umum.

Sebelum Ir. ChristIanto memberikan materi tentang Mikrokontroler Ia memutarkan sebuah video yang berisikan tentang fakta–fakta mengenai kemajuan teknologi yang sudah semakin pesat sekarang ini. Pemutaran dilakukan untuk memberikan gambaran umum kepada para peserta agar dapat mengikuti dan mengerti tujuan dari dIadakannya seminar ini.

KemudIan Ia mulai menjelaskan tentang Mikrokontroler itu sendiri. Mikrokontroler merupakan sebuah ‘komputer mini’ yang lengkap, yang dikemas dalam sebuah chip. Mikrokontroler tidak dirancang untuk bekerja dengan manusIa, namun dirancang untuk bekerja dengan mesin.

Mikrokontroler disebut juga MCU atau IC yang memiliki beberapa sifat seperti komputer, yaitu CPU (Central Processing Unit), memori program, memori data (EEPROM, SRAM). Bentuknya yang kecil dan harganya yang murah sehingga dapat ditanam dalam berbagai peralatan rumah tangga, kantor, industri, robot, dll.

Tidak ada cara yang mudah untuk menghubungkannya dengan keyboard atau layar monitor. Namun ada banyak cara untuk menghubungkannya dengan mesin atau komponen. Seperti saklar, LED, sensor suhu atau bahkan dengan Mikrokontroler lainnya.

Ir. Christianto, yang merupakan lulusan dari Universitas Maranatha, Bandung, menjelaskan materi dengan cara yang tidak membosankan sehingga para peserta pun tidak sedikitpun merasa bosan. Pukul 11.00 WIB break dilakukan selama kurang lebih 30 menit. Telah disedIakan snack untuk para peserta.

Pada kesempatan ini Oktomagazine mendapat kesempatan untuk mewancarai Ir Christianto. Beliau mengatakan Ia ingin membuat IndonesIa menjadi negara yang cinta akan teknologi, agar tidak tertinggal dengan negara – negara maju lainnya.

“Teknologi seperti Mikrokontroler ini seharusnya sudah dipelajari oleh anak kelas 5 SD. Karena kurangnya kecintaan masyarakat akan teknologi menjadikan IndonesIa tertinggal dari negara lain,” ujarnya.

Oktomagazine juga sempat mewancarai beberapa peserta yang hadir. Diantaranya adalah Aditya, mahasiwa jurusan elektro angkatan 2010 Universitas 17 Agustus 1945. Ia mengatakan bahwa tidak sia–sia datang dalam seminar ini.

“Memang sudah diajarkan tentang Mikrokontroler di kampus kami, tapi hanya hal–hal dasar saja yang bisa saya pelajari. Dalam seminar ini saya bisa mengetahui lebih jauh lagi tentang Mikrokontroler dan fungsinya dalam dunia industri,” katanya.

Aditya merupakan ketua panitIa di kampusnya yang akan mengadakan kompetisi tentang robot tingkat SMA / SMK Jakarta, tanggal 22 Maret 2012 untuk launching dan 26 – 27 April 2012 untuk lombanya.

Menjelang akhir acara panitia mengadakan lomba yang dapat diikuti para peserta untuk mengendalikan robot dengan menggunakan sebuah laptop. Peserta diharuskan memindahkan kaleng dengan bantuan robot ke tempat yang telah ditentukan. Mahasiwa dari 17 Agustus 1945 yang berhasil menjadi pemenang. —

Sumber: Oktomagazine.com — (mario@oktomagazine.com)