Era Baru Komputasi

Dulu, kita mengenal istilah CPU – Central Processing Unit. Kemudian lahir GPU, ketika aplikasi gaming membutuh ekstra steroid. Hari ini, di era AI, GPU yang kemarin-kemarin digunakan untuk memompa kinerja training dan inferensi, mulai “bermutasi”. Bila merujuk pada platform NVIDIA, ada CUDA cores, Tensor cores dan RT cores. Dalam satu kemasan namun masing-masing memiliki tugas yang berbeda. Menarik!

Di ranah yang lebih kecil, smartphone, beberapa pabrikan chip memperkenalkan istilah NPU – Neural Processing Unit, agar fitur “AI” yang disematkan, bisa berjalan dengan mulus.

Pergerakan ke arah computing intensive kelihatannya tidak bisa ditahan. Aplikasi Internet of Things dan Robotik hari ini, pun sama, memerlukan dukungan komputasi yang prima. Semua mengalami shifting.

November 2019, saya berkesempatan memberikan workshop 2 hari, dalam rangka pembekalan, kepada mahasiswa/i Program Pascasarjana Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Di saat sela, berbincang dengan satu mahasiswa yang tahun lalu mewakili Indo bertempur di ajang robotik internasional di Aussie. Dia bercerita, bagaimana robot tim Perancis sangat mulus meng-eksekusi object detection, menggunakan kecerdasan buatan sederhana.

Edge computing pun terus bergulir. Sebelum masa pandemi, sempat mencicipi satu steroid yang ditanam di Raspberry Pi, yakni Coral. Dengan Raspberry Pi 3, kemampuan frame per second naik signifikan, dari 0.5 fps menjadi 25 fps. Sebuah peningkatan kinerja yang luar biasa!

Ke depan, kita akan melihat dan mengalami perubahan-perubahan yang tidak pernah kita saksikan dalam 10 tahun terakhir.

Kami, Padepokan NEXT SYSTEM Bandung, terus bergiat untuk menyediakan program pelatihan yang bersifat breakthrough dan lompatan, baik di ranah Mikrokontroler / Otomasi, Robotika, Internet of Things, juga Machine Learning / Deep Learning / Artificial Intelligence.

Jensen Huang, CEO Nvidia, bersama dengan “GPU Ampere”, sebelum di-release secara resmi, 14 Mei 2020 lalu.