«

»

Aug 11

Tercepat di ICT Award (Inaicta) 2009

Bandung, 09/08/2009 – FROM zero to hero. Kalimat itulah yang dijadikan bekal para pelajar SMPK/ SMAK Trimulia saat mengikuti ajang Indonesia ICT Award (Inaicta) 2009 kategori maze solving yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, 28-29 Juli 2009. Dengan menggunakan robot Robo-Robo buatan Korea, tim robotik SMAK Trimulia berhasil menempati juara pertama dan kedua. Sementara tim robotik SMPK Trimulia meraih juara kedua dan ketiga.

Para siswa yang berhasil mengharumkan nama Kota Bandung itu dibagi menjadi dua tim. Tim pertama siswa SMAK kelas XII, yakni Eric Christiandi, Steven M. Sutiono, dan Suma Sutrisno. Tim kedua terdiri dari siswa kelas X, yaitu Samuel Christian Tjahyadi, Ricky Disastra, dan Rangga Nehemia. Sedangkan tim SMPK siswa kelas IX, terdiri dari Willaim Irawan dan Suharmoko (juara kedua). Kemudian siswa kelas VIII terdiri dari Ray Paulus, Pranadhika, dan Darryl Irianto (juara III).

Menurut Eric mewakili teman-temannya, pada ajang Inaicta timnya harus bersaing dengan sekitar 30 tim lainnya. Inaicta merupakan kegiatan tahunan Departemen Komunikasi dan Informasi. Dalam ajang ini, timnya berhasil meraih waktu tercepat.

“Dari catatan kami, yang mencatat secara paralel dengan tim juri, kedua robot tersebut mencapai finis dalam waktu 17 detik dan 19 detik. Sementara peringkat ketiga mencapai finish dalam waktu 26 detik,” tuturnya didampingi pembimbing tim robotika, Ir. Christianto Tjahyadi di Jln. Dr. Djundjunan.

Ia mengatakan, maze solving merupakan kategori kompetensi robot yang menantang untuk melaju cepat menyusuri garis-garis dengan pola variatif. Seperti persimpangan, sudut, kurva, dan lainnya. Bentuk maze-nya sendiri baru dibuka saat pertandingan akan dimulai.

Meski menggunakan robot dengan komponen yang berasal dari Korea, kata Steven, ada kerumitan ketika akan memprogram. Dari waktu tiga jam, perakitan hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Sementara sisanya adalah pemrograman. “Untuk program terasa sulit karena berkaitan langsung dengan teknis. Rencananya, ke depan kita akan berusaha menggunakan komponen lokal,” ucapnya.

Dengan prestasi itu, tidak heran jika sebagian dari mereka ingin menjadi programmer dan bahkan berkecimpung di dunia robotik. Oke deh, good luck. (rinny/ “GM”)**