«

»

May 27

Soal Robot, Bandung Masih Tertinggal

Rabu, 27 Mei 2009 | 15:15 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Dwi Bayu Radius

BANDUNG, KOMPAS.com — Di gelaran Lomba Kreativitas Siswa (LKS) Tingkat Jawa Barat Subteknologi Robotika, para peserta lomba telah mampu menentukan derajat arah menikung robot, kecepatan, dan waktunya dengan baik. Di negara-negara maju, pertandingan robot sudah jauh lebih canggih.

Hal tersebut dikatakan oleh Christianto Tjahyadi, Managing Director Next System, di gelaran LKS Tingkat Jawa Barat Subteknologi Robotika, di Lembang, Bandung, Rabu (27/5). Christianto mencontohkan Korea Selatan, misalnya.

Menurutnya, lomba robot di “Negeri Ginseng” itu sudah berbentuk kompetisi mengangkut barang, perang-perangan, dan menghindari rintangan. Pesertanya adalah siswa sekolah menengah pertama, bahkan sekolah dasar.

Menurut Christianto, Bandung termasuk tertinggal ketimbang kota-kota besar lain dalam menggiatkan kurikulum tentang robot. Ketertinggalan kurikulum itu tidak hanya di tingkat sekolah, bahkan juga di perguruan tinggi.

Lain halnya dengan Surabaya, tambah Christianto. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sudah menekuninya sejak 10 tahun lalu. Setelah itu, barulah Jakarta, Medan, dan Yogyakarta, yang dianggapnya masih lebih maju dibandingkan Bandung.

Menurut Kepala Laboratorium Robotika Universitas Komputer Indonesia, Yusrila Y Kerlooza, para siswa kelas akselerasi yang cenderung memiliki kecerdasan lebih tinggi sangat baik diikutsertakan dalam kegiatan seperti lomba robot. “Sebab, mereka kerap dianggap lain oleh teman-teman karena pemikiran yang berbeda dibandingkan remaja seusianya,” katanya.

Sumber : KOMPAS