«

»

Feb 26

Perhelatan Trimulia Robotic Exhibition and Competition 2010

Trimulia Robotic Exhibition and Competition 2010 – TREX 2010, perhelatan robotik tingkat SD hingga SMA yang diadakan oleh SMAK TRIMULIA, Bandung, baru saja usai. Kompetisi robotik yang masih bersifat eksebisi ini, diikuti oleh 40 tim dari 21 SD hingga SMA di Jawa Barat. Mudah-mudahan sekolah cukup pede dan berani menghilangkan kata eksebisi 🙂

Sejak dipercaya menjadi “dalang” dari acara ini beberapa bulan sebelumnya, saya menantang sekolah untuk menampilkan kompetisi yang berbeda dibanding sebelumnya. Tujuannya, agar robotik di kota Bandung khususnya dan Jawa Barat umumnya, dapat didorong maju. Tantangan ini mengandung resiko mengingat tidak banyak sekolah yang siap untuk menjawabnya.

Akhirnya, keputusan pun diambil …

Kategori JUNIOR1 mengangkat tantangan Maze Solving menggunakan robot Lego Mindstorms NXT yang disediakan panitia. Kategori JUNIOR2 mengangkat tantangan Line Following menggunakan robot bebas (peserta membawa sendiri robot yang akan digunakannya). Kategori SENIOR mengangkat tantangan Maze Solving menggunakan robot bebas.

Hampir seluruh peserta JUNIOR1 cukup fasih dalam memprogram robot guna menyelesaikan maze yang diberikan, baik saat penyisihan maupun final. Hasil terbaik diraih tim robotik SDK TRIMULIA (posisi pertama dan kedua) dan SD BINA BANGSA (posisi kedua).

Untuk kategori JUNIOR2, tidak ada satu robot pun yang mencapai titik akhir, baik saat penyisihan maupun final. Namun, juri harus menentukan the best from the worst. Akhirnya, berdasarkan apa yang terjadi di lapangan pertandingan, dipilihlah tiga pemenang : SMPK 1 BPK Penabur (posisi pertama), SMPK Trimulia (posisi kedua) dan SMPK Bina Bakti 3 (posisi ketiga).

Kategori SENIOR didominasi oleh tim robotik SMPK TRIMULIA. Sejak penyisihan, dominasi ini sangat menonjol. Alhasil, tim robotik SMPK TRIMULIA menyapu bersih tiga posisi yang tersedia.

Saat pertandingan berlangsung, ada pembimbing satu sekolah yang mengajukan protes mengenai diperbolehkannya mengganti bagian robot yang rusak. Saya perbolehkan sejak penyisihan, karena bila tidak, anak-anak tidak bisa mengikuti lomba. Ternyata, mereka adalah pembimbing outsource. Pantas saja kental dengan muatan bisnis. Dari awal pembicaraan pun aura-nya bisnis bukan pendidik. Kasihan anak didiknya bila diperlakukan sebagai sapi perah.

Saya sampaikan kepada mereka, mencetak juara tidak sulit, namun mencetak mental juara tidak mudah!

Di akhir pertandingan, satu orang tua peserta, yang rupanya senior saya ketika di kampus dulu, menyampaikan masukan, agar challenge disampaikan jauh-jauh hari sehingga seluruh peserta siap. Rupanya beliau melihat pertandingan yang tidak seimbang di kategori SENIOR, dimana anaknya ikut serta. Sebenarnya, challenge sudah disampaikan 4 minggu sebelumnya dan tersedia forum untuk bertanya. Namun disayangkan, kebanyakan masih senang memilih opsi last minute. Forum pun sepi alias tidak ada yang bertanya.

Beberapa sekolah memilih tidak ikut serta karena kuatir kalah – bertanding saja belum, koq, takut kalah? dan yang lainnya memang tidak siap.

Anyway, terlepas dari kekurangan yang ada, pelaksanaan dan kualitas TREX 2010 lebih baik dibanding sebelumnya. TREX 2011 akan lebih seru karena akan menggelar tantangan yang lebih heboh.