«

»

Aug 05

“From Zero to Hero” Trimulia Bandung

Rabu, 5 Agustus 2009, Bandung – Motto “From Zero to Hero” ternyata bukan hanya milik pembalap nasional Indonesia Doni Tata. Tim robotika SMPK/SMAK Trimulia Kota Bandung pun memilih jargon ini saat mengikuti kejuaraan ICT Award 2009, 28-29 Juli lalu di Jakarta. Alhasil, empat gelar berhasil disabet tim robotika Trimulia pada ajang tahunan yang digelar Departemen Komunikasi dan Informasi dalam kategori robot, yaitu juara pertama untuk tingkat SMA, kedua tingkat SMA, kedua tingkat SMP, serta ketiga tingkat SMP.

ICT Award (INAICTA) merupakan apresiasi terhadap anak bangsa di bidang telematika. Tahun ini merupakan penyelenggaraan ketiga, dan kategori robot baru pertama kali dilombakan pada event ini.

Salah seorang anggota tim robotika SMA Eric Christiandi (16) yang ditemui di kampus Trimulia, Jln. Dr Junjunan Kota Bandung, Selasa (4/8) mengaku sangat senang bisa meraih gelar juara pada lomba robotika yang baru dia ikuti. Bersama dua rekannya, Steven M. Sutiono, dan Suma Sutrisno, Eric berhasil menyabet gelar juara melalui robot hasil rakitannya yang diberi nama Robo-Robo.

Senada dengan Eric, Samuel Christian mengaku bangga meraih gelar di ajang ini. Apalagi kegiatan ekstrakurikuler yang selama ini dia ikuti bisa mengharumkan nama sekolah dan daerah tempat dia tinggal.

“Bukan hanya itu, dengan ikut robotika, pelajaran yang didapat di kelas juga bisa langsung diaplikasikan, dan juga bisa membantu mata pelajaran yang selama ini dianggap susah,” ucap Samuel yang meraih peringkat kedua tingkat SMA bersama dua rekannya yang lain, yakni Ricky Disastra dan Rangga Nehemia.

Pelatih tim robotika Trimulia Christianto Tjahyadi mengatakan, tim robotika yang diturunkan merupakan tim debutan yang baru dilatih selepas ulangan umum kenaikan kelas beberapa waktu lalu. Dalam waktu tiga minggu, dia mempersiapkan timnya untuk bertanding di ajang ini.

“Tetapi ternyata mereka mampu berbicara di event ini, padahal tidak mudah merakit robot, apalagi menyusun program robot ini. Apalagi kategori Maze Solving, robot harus mampu melaju cepat menelusuri garis berpola yang variatif,” ungkapnya.

Setelah berhasil di ajang lokal, Christian akan mempersiapkan anak didiknya untuk mengikuti ajang internasional. Rencananya Desember mendatang, timnya akan bertolak ke Korea untuk mengikuti kejuaraan robot internasional. .

Christian menuturkan, tim SMP yang berhasil meraih gelar terdiri atas William Irawan dan Suharmoko (peringkat kedua), serta Ray Paulus, Pranandhika, dan Darryl Irianto (peringkat ketiga).

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Dadang Iradi mengatakan, dengan adanya prestasi yang diraih siswa Kota Bandung, diharapkan bisa memberikan motivasi bagi sekolah lain, walaupun robotika ini belum lama dikenal masyarakat. “Setiap lulusan diharapkan tidak mengesampingkan kemampuan bidang ini. Jadi jangan sampai gaptek, termasuk bapak ibu guru dan kepala sekolahnya, ” ujarnya. (Nuryani/”PR”)***