«

»

Sep 08

Memimpin Pelatihan Robotik dengan Peserta Ph.D

Kelas pelatihan mikrokontroler dan robotik kloter minggu lalu, agak sedikit berbeda. Pasalnya, ada satu peserta yang berlatarbelakang S3 dengan gelar Ph.D, alias sudah menyelesaikan level tertinggi dari jalur pendidikan formal.

Saya pribadi sangat menaruh hormat dan apresiasi, karena walaupun sudah meraih  pengetahuan formal secara maksimal, masih mau dan bersemangat mengikuti kelas pelatihan.

Apa yang mendorong beliau untuk mengikuti kelas pelatihan?

Dalam sebuah sharing yang disampaikan saat istirahat, beliau menyampaikan bahwa pengetahuan yang diperoleh di bangku sekolah, sekalipun itu di luar negeri, umumnya tidak membumi. Kegiatan praktek sangat minim, apalagi di jenjang S2 dan S3. Kalaupun ada, umumnya pada tataran simulasi saja.

Jadi, tidaklah mengherankan bila terjadi kesenjangan yang cukup lebar antara pemahaman teori dan pengalaman dalam berpraktek. Keduanya menggunakan referensi yang berbeda. Teori memerlukan sejumlah buku teks sebagai referensi, sementara praktek memerlukan datasheet dari piranti yang digunakan 🙂

Saya masih ingat ketika seorang kolega yang mengajar di satu universitas di Malaysia, menyampaikan bahwa universitasnya membuka kesempatan untuk studi S2, dengan syarat, skripsi S1-nya bukan merupakan hasil simulasi.

Kelihatannya, perlu ada terobosan untuk sebuah perubahan ke arah yang lebih baik.