«

»

Apr 24

Light Emitting Diode – LED

Light Emitting Diode (LED) adalah dioda yang memancarkan cahaya ketika diberikan tegangan forward dan tersedia dalam sejumlah warna.

Dalam penggunaannya kita harus memperhatikan tegangan forward yang dimaksud, mengingat setiap warna memiliki besaran tegangan yang berbeda. Perlu diperhatikan pula arus forward, karena bila terlampaui (melebihi batas maksimum) akan menyebabkan LED putus.

 

Type Colour IF
max.
VF
typ.
VF
max.
VR
max.
Luminous
intensity
Viewing
angle
Wavelength
Standard Red 30mA 1.7V 2.1V 5V 5mcd @ 10mA 60° 660nm
Standard Bright Red 30mA 2.0V 2.5V 5V 80mcd @ 10mA 60° 625nm
Standard Yellow 30mA 2.1V 2.5V 5V 32mcd @ 10mA 60° 590nm
Standard Green 25mA 2.2V 2.5V 5V 32mcd @ 10mA 60° 565nm
High intensity Blue 30mA 4.5V 5.5V 5V 60mcd @ 20mA 50° 430nm
Super bright Red 30mA 1.85V 2.5V 5V 500mcd @ 20mA 60° 660nm
Low current Red 30mA 1.7V 2.0V 5V 5mcd @ 2mA 60° 625nm

** Drop voltage meningkat seiring dengan semakin tinggi frekuensi (panjang gelombang semakin kecil) cahaya yang dipancarkan.

Ketika menghubungkannya dengan pin output mikrokontroler atau Raspberry Pi, perlu diperhatikan kapasitas arus yang dapat di-deliver oleh pin output yang digunakan. Untuk mikrokontroler AVR, termasuk Arduino, arus output maksimum per pin adalah 40 mA, dan total arus yang dapat digunakan oleh seluruh pin I/O adalah 200 mA. Sementara Raspberry Pi “hanya” mampu men-support maksimum 16 mA.

Disarankan untuk menggunakan arus output sekecil mungkin. Bila memerlukan arus drive yang lebih besar, gunakan rangkaian tambahan penguat arus – transistor atau IC ULN2003 (misalnya). Dengan demikian, pin output tidak terbebani dengan kewajiban untuk men-deliver arus yang cukup besar, yang tentunya akan membuat chip “lebih hangat”.