Category: Mikrokontroler AVR

Memrogram Mikrokontroler: C atau Assembly?

Memrogram mikrokontroler dengan menggunakan bahasa assembly, bisa jadi merupakan mimpi buruk bagi sebagian orang, namun menjadi mainan yang menyenangkan bagi sebagian lainnya. Harus diakui, bahasa assembly memang tidak manusiawi, karena tidak mudah dibaca dan di-interpretasikan. Perlu bekal yang memadai sebelum kita dapat membaca dan memrogramnya dengan baik. Namun demikian, logika program dapat dituangkan langkah demi …

Continue reading

Fungsi digitalWrite() pada Arduino

Semua pengguna Arduino pasti familiar dengan fungsi digitalWrite(). Fungsi ini adalah satu diantara sekian banyak fungsi yang disediakan, yang akan memudahkan pengguna Arduino. Namun, dibalik kemudahan yang ditawarkan, ada konsekuensi yang harus diterima. Sebagai contoh, perhatikan program berikut: void setup() { pinMode(2, OUTPUT); } void loop() { digitalWrite(2, HIGH); digitalWrite(2, LOW); } Setelah program disuntikkan …

Continue reading

Bahasa C untuk Mikrokontroler AVR

Kebanyakan pengguna mikrokontroler menggunakan Bahasa C dalam pemrogramannya, dengan alasan efisien. Dibanding dengan bahasa pemrograman lainnya, untuk program yang sama, Bahasa C memang menghasilkan hex code yang lebih kecil. Untuk lingkungan mikrokontroler yang memiliki ruang program memory terbatas, maka efisiensi menjadi sebuah keharusan. Untuk mikrokontroler AVR, terdapat beberapa compiler Bahasa C yang dapat disarankan. Yang …

Continue reading