«

»

Jun 24

Sambutan Wisuda SMPK TRIMULIA 2009

Bandung – Selasa, 23 Juni 2009, pk. 16.00-19.00 wib.

Hari ini merupakan hari yang berbahagia bagi para siswa yang berhasil menyelesaikan studi di SMPK TRIMULIA, sekaligus menjadi hari dimana kalian harus mulai memikirkan dengan serius, langkah berikutnya yang akan kalian ambil. Mengingat, keputusan yang kalian ambil hari ini, akan menentukan hasil di kemudian hari. Bila menanam benih yang baik hari ini, kalian akan menuai hasil yang baik dan memuaskan di kemudian hari.

Di tahun 1971, ketika saya masih balita, seorang Alvin Toffler pernah berkata, “Buta huruf di abad 21 bukanlah orang yang tidak bisa membaca dan menulis, namun mereka yang tidak dapat belajar, tidak dapat memanfaatkan pengetahuan dan tidak dapat belajar dari pengalaman”. Ini adalah sebuah tantangan global yang harus kita cermati bersama, serta menantang setiap kita untuk menjadi pembelajar sejati, menjadi manusia unggulan yang takut akan Tuhan.

Dewasa ini, kita dihadapkan pada situasi dimana tingkat pengangguran sedemikian tinggi. Data BPS per Agustus 2008 menunjukkan angka 9,39 juta jiwa. Jurang antara kebutuhan industri dan kualitas lulusan sekolah, semakin lebar. Kualitas lulusan sekolah, tidak mampu memenuhi kebutuhan industri yang semakin tinggi.

Saat ini, banyak perusahaan yang kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang mumpuni, sementara sarjana yang menganggur cukup tinggi. Media Indonesia 18 Juni 2009 menulis, hampir 1 juta sarjana dari 2900 perguruan tinggi menganggur. Naik 20% dibanding tahun lalu.

Saya menyampaikan hal ini agar para wisudawan wisudawati dapat bersiap lebih dini, mengingat waktu 6 atau 7 tahun, relatif singkat.

Dunia abad 21 menuntut students outcome berupa keahlian, pengetahuan dan pengalaman.

Pertama, dunia pendidikan harus fokus pada kompetensi dasar dalam subyek inti untuk mendorong pemahaman konten akademis ke tingkat yang lebih tinggi dengan merajut tema-tema lintas disiplin ke dalam subyek inti. Kita adalah warga dari dunia. Tema-tema seperti Global Awareness, Keuangan, Ekonomi, Bisnis, Entrepreneur dan Kesehatan, harus menjadi bagian dalam pembelajaran.

Kedua, tantangan saat ini pun menuntut orang-orang untuk memiliki kreativitas dan inovasi, berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah, serta mampu ber-komunikasi dan ber-kolaborasi.

Ketiga, kehidupan di abad 21 sangat sarat dengan teknologi dan media. Kita melihat bahwa dalam perkembangannya, peran individu menjadi sangat menonjol, jauh meninggalkan peran organisasi maupun negara.

Fenomena pendataran dunia bukan lagi sebuah fatamorgana, namun sudah menjadi kenyataan karena perkembangan dari teknologi informasi dan komunikasi yang luar biasa. Untuk menjadi efektif di abad 21, setiap individu harus melek terhadap informasi, media dan teknologi.

Keempat, kehidupan dan lingkungan kerja serta bisnis saat ini memerlukan lebih dari sekedar memiliki pengetahuan dan kemampuan berpikir. Agar mampu bergerak, menangani kehidupan yang rumit dan lingkungan kerja yang kompetitif di era informasi global, siswa harus memberikan perhatian yang serius untuk mengembangkan kemampuan dan keahlian untuk hidup dan karirnya, seperti:

* Fleksibilitas dan adaptabilitas
* Inisiatif dan self-direction
* Sosialisasi dan sosialisasi lintas budaya
* Produktivitas dan akuntabilitas
* Kepemimpinan dan tanggung jawab

Maka dari itu, gunakan waktu yang ada dengan sebaik2nya, untuk membentuk diri menjadi manusia yang unggul dalam banyak hal, menjadi manusia pembelajar sejati, dan jadilah yang terbaik untuk kemuliaan nama Tuhan dan kebanggaan orang tua.

Saya ingin mengakhiri kata sambutan ini dengan mengutip sebuah ucapan dari almarhum John F. Kennedy, “Waktu terbaik untuk memperbaiki atap adalah saat matahari bersinar.” Bersiaplah sejak dini untuk menjadi yang terbaik di masa depan.

Kiranya Tuhan memimpin dan menyertai setiap kita dalam melangkah menuju masa depan.

Sekali lagi, selamat!