«

»

Jun 29

Catatan dalam Kompetisi Robotik

Dalam beberapa gelaran kompetisi robotik tingkat SD/SMP/SMA di tanah air, intervensi pelatih saat pertandingan berlangsung, adalah hal yang biasa. Terutama untuk penyelenggaraan yang tidak di-organisir dengan baik atau tidak menggunakan aturan yang ketat, sehingga memberikan celah bagi terjadinya asistensi saat pertandingan berlangsung.

100_2735Saat melihat pelatih melakukan intervensi karena “kasihan” anaknya kesulitan, saya selalu bertanya, apa target dari partisipasi mereka? Apakah sekedar mengejar kemenangan atau melatih anak agar memiliki karakter yang mandiri dan tangguh?

Sangat menyedihkan bila yang terjadi adalah seperti itu. Cara-cara tidak elegan seperti ini akan terekam dalam kehidupan si anak, dan akan mendorong penghalalan berbagai cara untuk meraih kemenangan semata. Sebuah praktek perusakan mental yang seyogyanya harus dihindari oleh individu yang bernama pendidik.

Partisipasi dalam kompetisi bukan melulu untuk mengejar kemenangan. Namun untuk membuka jalinan pertemanan, melatih mental dan emosi, serta menguji pengalaman yang diperoleh selama masa berlatih. Secara perlahan namun pasti, langkah-langkah kebaikan ini akan membentuk citra yang solid, membentuk insan yang mandiri, tangguh dan ber-integritas.

Bila mereka berhasil meraih kemenangan, itu adalah hadiah atas kerja keras yang mereka lakukan. Kemenangan yang murni dan akan terpatri secara positif dalam kehidupan mereka.

Pepatah mengatakan, “Pelaut ulung tidak lahir dari laut yang tenang”. ¬†Biarlah gelora “laut” kompetisi akan menjadikan mereka mahir dalam menaklukkannya.