«

»

Jul 30

Mikrokontroler ARM Cortex-M3

Kelas pelatihan Pemrograman dan Aplikasi ARM Cortex-M3 yang digelar 26-27 Juli 2012, di Padepokan NEXT SYSTEM Bandung, menggunakan platform baru : STM32L152RB dari STMicroelectronics, dan software untuk pemrograman : Keil MDK for ARM.

Produk ST dipilih karena vendor silikon yang satu ini menyediakan varian yang cukup luas, baik untuk kebutuhan entri level, maupun high-end. Dengan demikian, pengguna yang perlu melakukan migrasi, tidak terlalu sulit karena pihak vendor sudah memikirkan migration path antar kelas tersebut.

Kedua, bila melihat beberapa fakta di balik pengembangan software, ST selalu menjadi pilihan yang pertama untuk hardware yang di-support.

Ketiga, dari sisi varian produk, ST menyediakan lebih dari 150 pilihan; serta memiliki market share ~ 45%.

Di sisi software untuk pengembangan aplikasi, secara de facto saat ini, Keil MDK for ARM masih yang terbaik. Keil berdiri tahun 1985, dan pada Oktober 2005, Keil (Keil Elektronik GmbH in Munich, Germany, dan Keil Software, Inc. in Plano, Texas) di-akuisisi oleh ARM.

Memang harus diakui, resource yang tersedia di internet untuk platform ARM Cortex belum sebanyak platform AVR atau PIC. Namun, banyak yang memperkirakan, dalam beberapa tahun ke depan, ARM akan menjadi  mayoritas. Untuk meng-antisipasi hal inilah, Padepokan NEXT SYSTEM menggelar kelas pelatihan mikrokontroler berbasis ARM, khususnya ARM Cortex.

Akar sejarah pengembangan core ARM berbeda dengan mikrokontroler kebanyakan, karena ARM datang dari ranah mikroprosesor. Dengan demikian, pendekatan pembelajarannya pun berbeda, karena arsitekturnya memang berbeda.

Tidaklah mengherankan bila mereka yang sudah biasa dengan mikrokontroler seperti MCS51 atau AVR atau PIC, agak kesulitan memahami konsep yang diusung oleh ARM. Namun, bila memahaminya dari sisi yang lain, dari kacamata yang berbeda, maka akan terlihat kemudahannya. Dari sisi inilah, kelas pelatihan ARM yang digelar Padepokan NEXT SYSTEM, memasuki dunia pembelajaran core ARM.

Perkembangan teknologi pastilah membawa kemudahan. Walaupun platform 32-bit, khususnya yang diusung ARM, terlihat rumit – karena secara teknis memang rumit, namun pasti ada kemudahan yang diusung oleh pengembangnya, khususnya di sisi software. Dan kami di Padepokan NEXT SYSTEM, sudah melihat dan mempraktekkannya.