«

»

Sep 24

Ngoprek Arduino

Setelah beberapa jam ngoprek, akhirnya, seluruh kebutuhan di dalam pemrograman robot, selesai diujicobakan melalui Arduino IDE, yang pemrogramannya menggunakan sintaksis C/C++ yang “disederhanakan” . Bentuk “sederhana” ini kemudian di-transformasi ke bentuk standard C/C++ untuk kemudian di-compile di background menggunakan AVR Libc. Selanjutnya, program di-upload menggunakan AVRdude.

Hardware programmer menggunakan USB ISP Programmer biasa alias tidak menggunakan bootloader, sebagaimana yang diusung platform Arduino secara native. Pemrograman melalui hardware programmer (baca: cara konvensional)  seperti ini sangat pas untuk pengguna individu, karena pengguna mikrokontroler umumnya sudah memiliki hardware programmer 😉

Penggunaan bootloader (membeli chip yang sudah ditanam bootloader) memang lebih mudah bagi pemula. Namun untuk mereka yang senang dengan tantangan, tentunya tidak mau membayar ekstra untuk sebuah bootloader 😉

Program yg dibuat dapat langsung di-download via programmer dengan menekan tombol Upload atau memilih menu File | Upload to I/O Board pada IDE. Prosedur yang sama bila kita menggunakan hardware Arduino.

Sebelumnya, beberapa bagian harus disesuaikan agar IDE mendukung hardware programmer yang digunakan. Jadi, proses transfer program ke dalam chip dilakukan melalui fasilitas yang ada dalam IDE Arduino alias tidak menggunakan software programmer lain.

Kedua, platform Arduino “asli” menggunakan AVR ATmega168 atau ATmega328  (23 pin I/O, 6 kanal PWM, 6 kanal ADC – kecuali versi SMD, 8 kanal) atau ATmega1280.  Namun, karena di laci tempat ngoprek cuma ada AVR ATmega8535 dan ATmega32, tidak ada rotan akar pun jadi 🙂

Setelah dilakukan beberapa penyesuaian, keduanya bisa jalan dengan baik. 32 pin I/O yang tersedia pun bisa digunakan dan berfungsi dengan baik, termasuk 8 kanal ADC dan 4 kanal PWM.

Sejauh ini tidak terlihat adanya anomali, kecuali sedikit “bugs” dalam paket software yang digunakan – Arduino 0017, khususnya pada bagian hardware programmer support (saya menggunakan avrispmkii). Setelah dilakukan patching di beberapa bagian yang dicurigai, semuanya clear.

Akhirnya, ATmega8535 dan ATmega32 pun bisa diprogram dengan software Arduino. Satu pilihan pemrograman yang menarik, karena Arduino bersifat open source.

AVR yang ada di laci pun bisa digunakan 🙂

Bagi yang ingin ngoprek lebih dalam, di NEXT SYSTEM Robotics Learning Center ada pelatihan mengenai subyek ini. Silahkan check di bagian Pelatihan.