»

Aug 01

Mikrokontroler: Sebuah Catatan Pemula

Di era digital saat ini, keberadaan mikrokontroler dan mikroprosesor sudah menyebar sedemikian dekat dgn kehidupan kita. Kedua, keberadaannya yang semakin mudah dijangkau, baik dari sisi biaya maupun penguasaannya.

Sewaktu kuliah dulu, mikrokontroler belum populer. Waktu itu hanya
diperkenalkan mikroprosesor Z80, itupun di tingkat akhir. Jadi, belum
sempat ngoprek sudah harus lulus 🙂

Baru beberapa tahun terakhir menyimak perkembangan mikrokontroler,
ternyata perkembangannya memang luar biasa. Perubahannya menggelinding
sedemikian cepat, sesaat setelah Intel membebaskan rancangan arsitektur
8051-nya.

Dulu, untuk bermain mikrokontroler, tidak ada pilihan bahasa
pemrograman. Mutlak harus menggunakan assembly. Bahkan waktu programming
Z80, yang di-input adalah machine code dalam heksadesimal. Rumit sekali.

Sekarang, ada sejumlah pilihan bahasa pemrograman, yang semuanya
menawarkan kemudahan, sehingga semakin banyak orang memasuki dunia
kontrol dan otomasi. Untuk pemula, bisa mulai dengan BASIC atau PASCAL
yang cukup ramah. Untuk tingkat berikutnya bisa mencoba C. Untuk yang
ingin mempertahankan idealisme, bisa tetap bermain di Assembly 🙂

Modul-modul pendukung pun sangat banyak. Mulai dari sistem minimum
sampai asesorisnya. Jadi, untuk memulai, pemula awam tidak perlu
menyolder atau hunting komponen, tapi bisa memulainya dgn cara modular
seperti mainan LEGO. Yang penting, hasil atau aplikasinya bisa langsung
terlihat, tanpa harus jungkir balik membangunnya. Lebih mudah, lebih
cepat, hemat usia 🙂