«

»

Mar 13

Mikrokontroler PIC 18F4550 memang ciamik!

Beberapa waktu lalu, saya sempat kedatangan “tamu baru”, mikrokontroler PIC 18F4550. Dalam keluarga PIC, seri 18 diperuntukkan bagi kelas menengah, karena umumnya, seri ini memiliki fitur yang lebih kaya serta memori flash dan RAM yang lumayan besar (32kB dan 2kB), serta EEPROM 256 bytes.

Untuk kecepatan, bisa didorong hingga 12 MIPS – million instructions per seconds (48 MHz), sementara untuk penanganan masukan analog, disediakan ADC internal 10-bit sebanyak 13 kanal.

Namun, seperti saudaranya yang lain, chip ini hanya menyediakan 2 kanal untuk PWM. Untuk aplikasi robotik, cukup, lah. Bila perlu lebih, dapat menggunakan mikrokontroler kedua, khusus untuk menangani kontrol PWM ­čśë

PIC 18F4550 memiliki fasilitas untuk antarmuka USB versi 2.0  kecepatan penuh. Artinya, untuk dukungan terhadap antarmuka USB, dapat ditangani oleh chip itu sendiri (melalui pin 23 dan 24) alias tidak perlu komponen khusus untuk kebutuhan tersebut. Dengan satu firmware saja, PIC 18F4550 dapat dikenal oleh komputer sebagai divais HID. Dengan demikian, divais bisa dikenal tanpa harus meng-install driver di sisi komputer. Fitur ini sangat menarik mengingat kebanyakan komputer terkini, terutama laptop, hanya menyediakan port USB untuk komunikasi dengan dunia luar.

Berikut adalah salah satu contoh skema yang dikutip dari salah satu situs:

Port USB langsung dihubungkan dengan dua buah pin pada chip. Firmware untuk kebutuhan komunikasi tersebut dapat diunduh dari situs ini.

Bagi yang membutuhkan chip PIC 18F4550 dapat menghubungi NEXT SYSTEM Robotics Learning Center.