«

»

Aug 16

Memilih Mikrokontroler

Saat ini, beragam jenis mikrokontroler (uC) dapat kita jumpai di
pasaran. Mulai yang berteknologi 8-bit hingga 32-bit, bahkan
mikrokontroler dengan sejumlah prosesor di dalamnya (Propeller dari
Parallax).

Namun, apapun teknologi dan brand uC yang dipilih, yang penting bisa
memenuhi kebutuhan dari aplikasi yang akan dikembangkan. Kita tidak
perlu memilih uC yang “canggih” jika ingin membuat pengontrol pompa air.
Atau, kurang tepat bila memilih uC yang “sederhana” untuk aplikasi robot
yang kompleks serta memerlukan respons yang cepat. Jadi, perlu
mempertimbangkan aspek tepat guna, sehingga hasilnya pun cost-effective 🙂

Dalam diskusi dgn beberapa rekan beberapa waktu lalu, banyak yang
mempersoalkan penggunaan uC BASIC Stamp karena lambat. Dengan kemampuan
mengolah 4000 instruksi per detik (BS2), rasanya tidak “lambat-lambat”
amat. Bahkan untuk aplikasi robot sederhana, hasilnya cukup memuaskan.

So, mulailah dari yang sederhana, mudah dan ekonomis; dan segera
wujudkan aplikasi pertama Anda. Itu merupakan trigger yang yang akan
memicu lahirnya aplikasi-aplikasi berikutnya.

Proyek running LED merupakan aplikasi favorit dari banyak penulis buku
uC berbahasa Indonesia. Mungkin bisa dicoba juga sebagai aplikasi
pertama kita 🙂

Start small. Start now.