Author's posts

Menggunakan ADC pada ATmega8535

Dalam mikrokontroler keluarga AVR, khususnya kelas ATmega, umumnya sudah dilengkapi dgn ADC – Analog to Digital Conver, yang tertanam di dalamnya. Sebagai contoh, ATmega8535 yang cukup populer di negeri ini. Menggunakan fasilitas ADC yang terdapat dalam ATmega8535 dengan Bahasa BASIC, cukup mudah. Cukup melakukan inisialisasi untuk modus operasi, prescaler dan tegangan referensi yang digunakan. Selanjutnya, …

Continue reading

Menggunakan ADC

Dalam dunia elektronika, istilah ADC atau Analog to Digital Converter, sudah sangat umum. Banyak chip untuk fungsi tersebut yang dapat kita jumpai di pasaran. Satu yang cukup populer adalah ADC 0809, yang menyediakan input analog 8 kanal dan output 8 bit. Untuk yang ingin lebih ringkas, dapat menggunakan ADC 0831. Chip ini menyediakan input analog …

Continue reading

Mengapa Memilih PICAXE?

Mikrokontroler merupakan single chip computer yang saat ini relatif populer, baik di kalangan industri maupun pendidikan. Dari sekian banyak pilihan, terdapat sejumlah mikrokontroler yang sejak semula memang dirancang untuk sebuah kemudahan dalam penggunaannya (teknologi seyogyanya membawa kemudahan, bukan). Sebut saja produk turunan dari mikrokontroler PIC yang populer dengan nama PICAXE (http://www.rev-ed.co.uk). Sistem PICAXE menawarkan harga …

Continue reading

Mengapa Memilih Mikrokontroler AVR?

Kebanyakan pengguna MCS51 beralih ke AVR saat membutuhkan kecepatan yang lebih tinggi. Bisa dipahami karena kebanyakan instruksi di-eksekusi dalam satu siklus clock saja (bandingkan dgn MCS51 yang memerlukan 1-12 siklus clock). Kedua, di kebanyakan chip AVR buatan Atmel – www.atmel.com – sudah memiliki built-in ADC (biasanya 10 bit), sehingga untuk meng-capture masukan analog, tidak perlu …

Continue reading

Memilih Mikrokontroler

Saat ini, beragam jenis mikrokontroler (uC) dapat kita jumpai di pasaran. Mulai yang berteknologi 8-bit hingga 32-bit, bahkan mikrokontroler dengan sejumlah prosesor di dalamnya (Propeller dari Parallax). Namun, apapun teknologi dan brand uC yang dipilih, yang penting bisa memenuhi kebutuhan dari aplikasi yang akan dikembangkan. Kita tidak perlu memilih uC yang “canggih” jika ingin membuat …

Continue reading

Mikrokontroler: Idealisme dan Aplikasi

Dalam diskusi dengan beberapa pemain mikrokontroler, ada satu isu yang mengemuka, apakah kita akan bertahan dengan idealisme, artinya, setiap pengguna mikrokontroler haruslah menggunakan bahasa assembly sebagai bahasa pemrograman, atau lebih fokus pada aplikasi, tanpa menghiraukan bahasa pemrograman yang digunakan? Harus diakui, belajar assembly tidak mudah. Sehingga, dalam masa pembelajarannya, kerap kali, kita kehabisan waktu, sehingga …

Continue reading

Mikrokontroler: Sebuah Catatan Pemula

Di era digital saat ini, keberadaan mikrokontroler dan mikroprosesor sudah menyebar sedemikian dekat dgn kehidupan kita. Kedua, keberadaannya yang semakin mudah dijangkau, baik dari sisi biaya maupun penguasaannya. Sewaktu kuliah dulu, mikrokontroler belum populer. Waktu itu hanya diperkenalkan mikroprosesor Z80, itupun di tingkat akhir. Jadi, belum sempat ngoprek sudah harus lulus 🙂 Baru beberapa tahun …

Continue reading