Author's posts

Memprogram EEPROM I2C dengan Bahasa C

Berikut adalah contoh bagaimana meng-akses I2C EEPROM Atmel 24C02 menggunakan CodeVision-AVR: /* bus I2C dihubungkan dengan PORTB */ /* sinyal SDA pada bit 3 */ /* sinyal SCL pada bit 4 */ #asm .equ __i2c_port=0x18 .equ __sda_bit=3 .equ __scl_bit=4 #endasm #include <i2c.h> #include <delay.h> #define EEPROM_BUS_ADDRESS 0xa0 /* membaca satu byte dari EEPROM */ unsigned …

Continue reading

Memprogram EEPROM I2C dengan BASCOM-AVR

I2C singkatan dari Inter Integrated Circuit, adalah sebuah protokol untuk komunikasi serial antar IC, dan sering disebut juga Two Wire Interface (TWI). Bus yang digunakan untuk komunikasi antara mikrokontroler dan divais periferal seperti memori, sensor temperatur dan I/O expander. Komunikasi dilakukan melalui dua jalur: SDA (serial data) dan SCL (serial clock). Setiap divais I2C memiliki …

Continue reading

Workshop: Pemrograman Praktis Mikrokontroler PIC untuk Aplikasi Robot

Pada hari Selasa dan Rabu, 19-20 Agustus 2008, saya dan DR. Riza Muhida, asisten profesor bidang Mekatronika di International University Malaysia, memberikan workshop setengah hari kepada 34 orang guru dan siswa dari SMPK/SMAK TRIMULIA dan SMP BIntang Mulia Bandung. Ini merupakan kegiatan workshop mikrokontroler dan robotika pertama untuk kalangan sekolah menengah, khususnya di kota Bandung. …

Continue reading

Tahapan Pemrograman Mikrokontroler

Berikut adalah tahapan pemrograman mikrokontroler PIC dengan bahasa BASIC:

Memrogram Mikrokontroler PIC dengan BASIC

Pada saat kemunculan komputer pribadi di era 1980an, bahasa BASIC cukup populer. Saat ini, BASIC masih diperhitungkan sebagai bahasa pemrograman yang paling mudah digunakan, tidak terkecuali di dalam dunia mikrokontroler. BASIC memungkinkan pengembangan aplikasi lebih cepat dibanding bahasa assembly. Ketika menulis kode untuk mikrokontroler, programmer sering kali berhadapan dengan isu yang sama, seperti komunikasi serial, …

Continue reading

Menggunakan ADC pada ATmega8535

Dalam mikrokontroler keluarga AVR, khususnya kelas ATmega, umumnya sudah dilengkapi dgn ADC – Analog to Digital Conver, yang tertanam di dalamnya. Sebagai contoh, ATmega8535 yang cukup populer di negeri ini. Menggunakan fasilitas ADC yang terdapat dalam ATmega8535 dengan Bahasa BASIC, cukup mudah. Cukup melakukan inisialisasi untuk modus operasi, prescaler dan tegangan referensi yang digunakan. Selanjutnya, …

Continue reading

Menggunakan ADC

Dalam dunia elektronika, istilah ADC atau Analog to Digital Converter, sudah sangat umum. Banyak chip untuk fungsi tersebut yang dapat kita jumpai di pasaran. Satu yang cukup populer adalah ADC 0809, yang menyediakan input analog 8 kanal dan output 8 bit. Untuk yang ingin lebih ringkas, dapat menggunakan ADC 0831. Chip ini menyediakan input analog …

Continue reading

Mengapa Memilih PICAXE?

Mikrokontroler merupakan single chip computer yang saat ini relatif populer, baik di kalangan industri maupun pendidikan. Dari sekian banyak pilihan, terdapat sejumlah mikrokontroler yang sejak semula memang dirancang untuk sebuah kemudahan dalam penggunaannya (teknologi seyogyanya membawa kemudahan, bukan). Sebut saja produk turunan dari mikrokontroler PIC yang populer dengan nama PICAXE (http://www.rev-ed.co.uk). Sistem PICAXE menawarkan harga …

Continue reading

Mengapa Memilih Mikrokontroler AVR?

Kebanyakan pengguna MCS51 beralih ke AVR saat membutuhkan kecepatan yang lebih tinggi. Bisa dipahami karena kebanyakan instruksi di-eksekusi dalam satu siklus clock saja (bandingkan dgn MCS51 yang memerlukan 1-12 siklus clock). Kedua, di kebanyakan chip AVR buatan Atmel – www.atmel.com – sudah memiliki built-in ADC (biasanya 10 bit), sehingga untuk meng-capture masukan analog, tidak perlu …

Continue reading

Memilih Mikrokontroler

Saat ini, beragam jenis mikrokontroler (uC) dapat kita jumpai di pasaran. Mulai yang berteknologi 8-bit hingga 32-bit, bahkan mikrokontroler dengan sejumlah prosesor di dalamnya (Propeller dari Parallax). Namun, apapun teknologi dan brand uC yang dipilih, yang penting bisa memenuhi kebutuhan dari aplikasi yang akan dikembangkan. Kita tidak perlu memilih uC yang “canggih” jika ingin membuat …

Continue reading