«

»

Feb 18

Mengawal Lahirnya NS.One

Bagi seorang periset, ada rasa bahagia ketika riset yang dilakukannya selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, membuahkan hasil positif.

Demikian pula apa yang kami alami ketika mengawal riset dengan kode NS.One. Riset yang berlangsung lebih dari 2 tahun ini, membuahkan hasil positif di akhir 2011. Dan hari ini, di bulan Februari 2012, NS.One tersedia dalam dua varian:  NS.One/16 dan NS.One/32.

Secara kasat mata, NS.One hanya berupa board dengan sebuah mikrokontroler, dan tidak jauh berbeda dengan sistem minimum mikrokontroler kebanyakan. Namun, bila mencermati lebih dalam, tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Proses riset pun berjalan cukup lama dan alot, lebih dari 2 tahun!

Di triwulan keempat 2011, ada rasa gundah ketika perjalanan riset seolah stagnan, padahal, dari cetak biru yang disusun, tinggal menyisakan dua langkah lagi saja. Puji Tuhan! Dia memberikan petunjuk yang luar biasa 🙂

Dengan tuntasnya penyesuaian dan pengembangan software, maka hardware pun siap untuk dibuat. Selama pengujian software, kami menggunakan sistem minimum yang sengaja dibuat untuk ngoprek.
NS.One menggunakan chip mikrokontroler AVR 40 pin : mega16 dan mega32. Software Arduino yang dijadikan rujukan, tidak men-support chip ini. Untuk itu, dilakukan sejumlah penyesuaian agar software bisa mengenai hardware yang digunakan. Uji kompatibilitas dari software hasil penyesuaian ini berlangsung cukup lama, hampir 2 tahun.

Dilanjutkan dengan pengembangan pada sisi firmware. Sejak semula, tim riset bersepakat untuk tidak menggunakan firmware yang diusung hardware Arduino, untuk memberikan tantangan yang lebih. Kebetulan, ada dua mahasiswa yang akan bekerja praktek di kantor Next System, dan kami langsung memberikan topik seputar firmware ini, untuk mereka eksplorasi. Alhasil, 3 bulan berlalu, dan firmware ini pun siap digunakan.

Persoalan selanjutnya adalah, bagaimana melakukan kesesuaian kerja antara software Arduino dan firmware? Sebuah tahap yang membuat otak kembali bekerja keras. Setelah melalukan sejumlah langkah percobaan, akhirnya berhasil juga. Source code terpaksa dibongkar dan disesuaikan, agar bisa memberikan hasil yang diharapkan.

Setelah semua tahapan lulus dan lolos, riset pun memasuki tahapan optimasi. Sejumlah bagian dari software dan firmware harus di-optimasi agar dapat memberikan hasil yang optimal. Dan akhirnya, di pertengahan Januari 2012, masa uji beta pun bisa diselesaikan dengan baik. Berarti pula, solusi NS.One siap untuk memasuki pasar.

Di bulan Februari 2012, NS.One tersedia dalam dua varian : NS.One/16 dan NS.One/32.

Dengan mengusung semangat keunggulan lokal untuk keunggulan dan kemandirian bangsa, NS.One hadir untuk mendorong sebuah kemajuan bagi pembelajaran mikrokontroler dan otomasi, serta mendorong peningkatan produktivitas di kalangan pengguna industri.

Liputan Media : NS.One