«

»

Mar 03

Belajar Mikrokontroler dan Robotika menggunakan Arduino

Merujuk pada judul di atas, tidak salah bila menggunakan Arduino sebagai media untuk belajar mikrokontroler dan robotika. Pasalnya, solusi yang ditawarkan memang cukup mudah, terutama untuk pendatang baru alias pemula.

Dalam pemrogramannya, Arduino menggunakan sintaksis Bahasa C. Hanya saja, struktur utama pemrograman Bahasa C sedikit disembunyikan, agar bisa menawarkan kemudahan. Sebagian besar setting disembunyikan agar pengguna awam tidak ketakutan melihatnya.

Jadi, pengguna pemula bisa mulai memrogram dengan default setting.

Kedua, pengembang software telah membuatkan sejumlah fungsi siap pakai – yang mencakup sebagian besar kebutuhan dasar pemrograman mikrokontroler, sehingga pengguna pemula tidak perlu memahami apa itu register dan bagaimana menggunakannya.

Inilah kunci kemudahan yang ditawarkan software Arduino!

Bagaimana dengan board Arduino?

Sebenarnya, hardware bersifat opsional. Artinya, kita bisa menggunakan software Arduino untuk memrogram sejumlah tipe mikrokontroler AVR alias tidak harus menggunakan board Arduino.

Board Arduino Severino seperti terlihat pada gambar di atas adalah salah satu model yang ekonomis dan dapat diperoleh di NEXT SYSTEM Robotics Learning Center.

Dalam kelas pelatihan Pemrograman Mikrokontroler AVR dengan Arduino atau Pemrograman Robotik dengan Arduino, kami menggunakan mikrokontroler AVR ATmega8535, ATmega16 dan ATmega32, yang notabene bukan tipe mikrokontroler AVR yang didukung secara native. Namun, karena software Arduino memiliki lisensi terbuka, maka kita diberikan ruang untuk ngoprek.

Gambar di atas adalah sejumlah robot kreasi anak didik – meraih dua medali emas (kategori SMP dan SMA) dan satu perak (kategori SMP) di Kontes Robot Maranatha 2010 tingkat nasional, menggunakan dua buah mikrokontroler AVR ATmega16 dan diprogram dengan software Arduino.

Jadi, belajar mikrokontroler dan robotika menggunakan Arduino merupakan langkah yang baik, namun jangan terkunci pada board Arduino. Ada pepatah, tak ada rotan akar pun jadi. Asal ada software Arduino, AVR yang mudah didapat di pasaran pun dapat kita gunakan.

Satu hal yang sering kali membuat ribet ketika berpraktek dengan board Arduino adalah ketersediaan pin power connector 5V. Pada board hanya tersedia satu pasang, sehingga merepotkan pengguna ketika harus menghubungkannya dengan sejumlah modul yang notabene memerlukan catu daya 5V. Desain board Arduino dirancang sedemikian agar perluasan pengembangan dilakukan dengan menggunakan modul yang disebut shield, yang pemasangannya dilakukan dengan cara ditumpuk di atas board Arduino.

Dengan demikian, untuk mereka yang ingin mengembangkannya sendiri, perlu melakukan sedikit perluasan, terutama di bagian power support, agar lebih nyaman.

Bila kesulitan belajar mikrokontroler dan robotika menggunakan Arduino, silahkan mengikuti kelas pelatihan pemrograman mikrokontroler dan robotika menggunakan Arduino, yang diselenggarakan NEXT SYSTEM Robotics Learning Center.