May 17

Seminar Robotika di Universitas Budi Luhur Jakarta

Selasa, 15 Mei 2012, diundang oleh panitia Budi Luhur ICT Festival untuk mengisi sesi seminar robotika yang mengusung topik – Esensi Robotika : Rancang Bangun dan Implementasinya. Slot waktu yang diberikan cukup menantang, yakni pk 13.00 – 16.00 wib. Perlu energi ekstra untuk membawakan materi teknis di waktu istirahat “tidur siang”.

7213575534 14fa3a4905 Seminar Robotika di Universitas Budi Luhur Jakarta

Acara seminar dihadiri sekitar 300 peserta, terdiri dari dosen, mahasiswa dan pelajar. Yang membuat surprise adalah kehadiran Dekan Fakultas Teknologi Informasi beserta seluruh Ka Prodi, dan mengikuti acara seminar dari awal hingga akhir. Terima kasih untuk atensi yang diberikan, Pak icon smile Seminar Robotika di Universitas Budi Luhur Jakarta

Seminar diakhiri dengan demonstrasi robot maze solving, yang mampu mengingat peta yang telah dibuatnya. Demonstrasi ini mengundang pertanyaan dari peserta seminar, “Koq, bisa seperti itu?” icon smile Seminar Robotika di Universitas Budi Luhur Jakarta

Terima kasih untuk Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur yang telah memberikan kepercayaan, dan kiranya, seluruh materi yang dibagikan, bisa memberkati, memberikan pengetahuan dan pengalaman serta meng-inspirasi setiap mereka yang hadir.

 

May 17

SoftwareSerial pada Arduino

Software Arduino sebelum versi 1.0, SoftwareSerial tidak menangani interupsi dengan baik. Setiap interupsi yang terjadi, dari timer0 (yang digunakan untuk fungsi millis, delay, micros) hingga pustaka lain yang menggunakannya, dapat menyebabkan data corrupt. SoftwareSerial memiliki timing yang buruk, yakni menggunakan asumsi waktu eksekusi dari digitalWrite. SoftwareSerial tidak mendukung available(), dan hanya dapat menerima data ketika read() dipanggil, yang tentunya akan membatasi kemampuan dari aplikasi. Bila kita menggunakan SoftwareSerial, pin transmit tidak di-set sebagai output secara otomatis. Kita harus menggunakan pinMode untuk mengaturnya.

NewSoftSerial mengoreksi masalah-masalah yang ada di SoftwareSerial. Namun demikian, gunakan NewSoftSerial bila tidak ada lagi pilihan UART Serial.

NewSoftSerial memerlukan Pin Change Interrupt untuk menerima data, yang mana hanya terdapat pada pin tertentu saja. Untuk menerima, kita harus menggunakan pin tersebut, sementara untuk mengirim data, bisa menggunakan pin manapun. Tidak semua chip AVR memiliki fitur Pin Change Interrupt.

NewSoftSerial memerlukan hampir 100% waktu CPU ketika mengirim atau menerima data. Low interrupt latency dibutuhkan untuk penerimaan yang baik, yang mana akan membatasi semua library lain dan kode yang menggunakan interupsi. Untuk alasan ini, UART Serial tetap menjadi pilihan utama.

NewSoftSerial tidak boleh digunakan untuk baud rate yang rendah, karena interupsi di-disable untuk sekiar 9.5 bit. Baud rate yang lambat akan menimbulkan interrupt latency yang berlebihan pada kode lain. Baud rate di bawah 4800 akan mempengaruhi fungsi dasar time keeping yang mendukung fungsi millis(), micros() dan delay().

Baud rate yang cepat menjadi tidak handal untuk penerimaan bila pustaka interrupt-based lainnya, menimbulkan latency, interupsi terlalu panjang atau men-disable interupsi beberapa saat. Sebagai contoh, pustaka OneWire harus men-disable interupsi sekitar 80 us untuk beberapa operasi.

Beberapa pustaka lain yang peka terhadap latency, seperti Servo, tidak akan bekerja dengan baik ketika NewSoftSerial menghalangi interupsi ketika kode lain memerlukan respons low latency.

Menggunakan UART Serial adalah yang terbaik, namun bila NewSoftSerial harus digunakan, baud rate antara 9600 – 38400 mungkin yang paling kompatibel.

May 11

The Black Beauty NS.One versi 1.5

Pengembangan proyek NS.One terus berlanjut. Cetak biru versi 1.5 yang sudah selesai dibuat di akhir Maret 2012, baru dapat diwujudkan di minggu pertama Mei 2012, setelah melewati sejumlah pengujian prototipe.

Terdapat sejumlah peningkatan, baik fasilitas maupun kualitas, baik di sisi hardware maupun software.

Di sisi hardware, NS.One versi 1.5 menyediakan port untuk pemrograman melalui USB Serial Adapter. Tersedia opsi paket yang menyertakan USB Serial Adapter yang kompatibel dengan divais yang sama yang di-release oleh Arduino. Driver yang digunakan pun, saat instalasi, menggunakan driver yang disertakan dalam paket installer software arduino, yang juga disertakan dalam paket installer NS.One for Windows.

Dengan tersedianya opsi pemrograman melalui USB, sekaligus memanfaatkan USB Powered – menggunakan catu daya dari port USB komputer, maka cara pemrograman menjadi lebih fleksibel. Cara sebelumnya, dengan menggunakan kabel serial RS232 atau memanfaatkan dongle atau kabel USB/RS232, tetap dapat digunakan.

7173608236 b355b46553 z The Black Beauty NS.One versi 1.5

Port RS232 tetap disediakan, baik dalam koneksi DB9 maupun dalam koneksi pin. Bukan sekedar untuk pemrograman, namun untuk kebutuhan komunikasi data dengan divais yang mendukung RS232, yang jumlahnya sangat banyak.

Bila dalam board arduino, kita kesulitan untuk menambahkan sejumlah sensor karena tidak tersedianya pin yang sesuai, maka dengan NS.One tidak lagi. NS.One versi 1.5 menyediakan pin sensor (3 pin) pada PORTA, yang juga merupakan input analog. Dengan demikian, sejumlah sensor 3 pin, seperti IR Ranger, Ultrasonic, dan yang lainnya; dapat langsung dihubungkan dengan board NS.One tanpa harus menggunakan konektor atau adapter tambahan.

Dalam kasus ekspansi, seringkali pengguna board mikrokontroler kesulitan untuk menghubungkan sejumlah divais karena tidak tersedianya pin catu daya ekstra. Akibatnya, kita perlu menghubungkan sejumlah kabel, bahkan menyolder, agar dapat mencatu divais melalui catu daya yang tersedia pada board. NS.One versi 1.5 menyediakan sejumlah port yang dimaksud. Dengan demikian, sejumlah divais yang memerlukan catu daya dari board, bisa langsung memanfaatkannya dengan mudah.

7167956088 f9534ce20c z The Black Beauty NS.One versi 1.5

Dari sisi software, NS.One for Windows, yang dikembangkan berdasarkan software open source arduino, tampil dengan look and feel yang berbeda. Warna tampilan IDE dan icon pada toolbar, meng-adopsi standard dari Wiring. Juga disediakan program template, sehingga untuk memulai pemrograman, kita tidak perlu menuliskan dua fungsi standard namun wajib : setup() dan loop().

Untuk pengguna software lain, disediakan software Uploader. Program hasil kompilasi bisa di-upload melalui software ini.

The Black Beauty NS.One versi 1.5 hadir dalam jumlah dibatasi – limited edition. Dikhususkan bagi mereka yang memahami arti sebuah kreasi dan inovasi. Mereka yang memahami makna keunggulan dibalik sebuah kesederhaan. Mereka yang memahami dan menghargai karya anak bangsa untuk Kebangkitan Nasional di bidang teknologi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai NS.One, silahkan menghubungi:

NEXT SYSTEM
Robotics Learning Center
ITC Kosambi Ruko F2
Jl. Baranang Siang 6-8
Bandung 40112
Tel. (022) 4222062, (022) 70775874

Email: info@nextsys.web.id

Apr 16

Jaringan Sensor Nirkabel dengan Zigbee

ZigBee® adalah sebuah teknologi nirkabel yang menggunakan spesifikasi radio paket 802.15.4. Memungkinkan sejumlah titik jaringan sensor saling berkomunikasi dengan catu batere. Fitur lain yang sangat penting dari ZigBee adalah kemampuannya dalam mendukung mesh networking, dimana setiap node terhubung dengan dua link, dan bila sebuah node mengalami kegagalan, koneksi akan secara otomatis diperbaharui untuk menjamin performa jaringan optimal.

Berikut adalah tabel perbandingan teknologi nirkabel saat ini. Teknologi nirkabel ZigBee® sangat scalable – dapat dikembangkan hingga lebih dari  64,0000 node sensor.

 

Standard ZigBee®
802.15.4
Wi-Fi™
802.11b
Bluetooth™
802.15.1
Transmission Range (meters)
1 – 100
1 – 100
1 – 10
Battery Life (days)
100 – 1,000
0.5 – 5.0
1 – 7
Network Size (# of nodes)
> 64,000
32
7
Application
Monitoring & Control
Web, Email, Video
Cable Replacement
Stack Size (KB)
4 – 32
1,000
250
Throughput kb/s)
20 – 250
11,000
720

Apr 05

Seminar Pembentukan Mental Kerja Melalui Daya Nalar Robotika

Kamis, 5 April 2012, Politeknik LP3I Bandung, mengundang saya untuk menjadi nara sumber dalam seminar wajib untuk mahasiswa program studi manajemen informatika. Mengambil tempat di aula Hotel Augusta, Jl. Surapati, Bandung, acara yang berlangsung pk 08.00 – 12.00 wib tersebut dihadiri sekitar 300 mahasiswa.

Acara dibuka oleh Direktur Politeknik LP3I Bandung, Bapak Ir. Adriza, M.Si.

Waktu 120 menit yang dialokasikan panitia hampir bablas bila tidak diingatkan oleh moderator. Dengan keterbatasan waktu, dengan berat hati, jumlah pertanyaan pun terpaksa dibatasi.

6901568750 7548202512 Seminar Pembentukan Mental Kerja Melalui Daya Nalar Robotika

Di akhir acara, Ka Prodi MI – Bpk. Drs. Arief Muljadi, M.Sc. menyerahkan kenang-kenangan icon smile Seminar Pembentukan Mental Kerja Melalui Daya Nalar Robotika

Terima kasih kepada Prodi Manajemen Informatika Politeknik LP3I Bandung untuk kepercayaan yang diberikan.

Mar 28

Mikrokontroler Layaknya Otak Pada Robot

logo Mikrokontroler Layaknya Otak Pada Robot

World Robotic Explorer hari ini terlihat berbeda dari hari bIasanya. Rumah robot pertama di dunIa yang terletak di Thamrin City lantai dua mengadakan sebuah sebuah seminar. Peserta yang hadir dikenakan bIaya Rp 100.000 untuk biaya seminar sudah termasuk makan sIang dan snack.

Seminar ini bertemakan tentang Mikrokontroler AVR : Pemrograman dan Aplikasinya, menghadirkan Ir. Christianto Tjahyadi, Ketua Pengembang Robot Edukasi dan NS.One.

Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB. Peserta yang datang harus melakukan registrasi untuk pembuatan ID card dan sertifikat yang diberikan di akhir seminar. Kurang lebih sekitar 50 orang yang menghadiri seminar. Mereka merupakan pelajar, mahasiwa dari berbagai perguruan tinggi, dan masyarakat umum.

Sebelum Ir. ChristIanto memberikan materi tentang Mikrokontroler Ia memutarkan sebuah video yang berisikan tentang fakta–fakta mengenai kemajuan teknologi yang sudah semakin pesat sekarang ini. Pemutaran dilakukan untuk memberikan gambaran umum kepada para peserta agar dapat mengikuti dan mengerti tujuan dari dIadakannya seminar ini.

KemudIan Ia mulai menjelaskan tentang Mikrokontroler itu sendiri. Mikrokontroler merupakan sebuah ‘komputer mini’ yang lengkap, yang dikemas dalam sebuah chip. Mikrokontroler tidak dirancang untuk bekerja dengan manusIa, namun dirancang untuk bekerja dengan mesin.

Mikrokontroler disebut juga MCU atau IC yang memiliki beberapa sifat seperti komputer, yaitu CPU (Central Processing Unit), memori program, memori data (EEPROM, SRAM). Bentuknya yang kecil dan harganya yang murah sehingga dapat ditanam dalam berbagai peralatan rumah tangga, kantor, industri, robot, dll.

Tidak ada cara yang mudah untuk menghubungkannya dengan keyboard atau layar monitor. Namun ada banyak cara untuk menghubungkannya dengan mesin atau komponen. Seperti saklar, LED, sensor suhu atau bahkan dengan Mikrokontroler lainnya.

Ir. Christianto, yang merupakan lulusan dari Universitas Maranatha, Bandung, menjelaskan materi dengan cara yang tidak membosankan sehingga para peserta pun tidak sedikitpun merasa bosan. Pukul 11.00 WIB break dilakukan selama kurang lebih 30 menit. Telah disedIakan snack untuk para peserta.

6846717022 06c47c3683 z Mikrokontroler Layaknya Otak Pada Robot

Pada kesempatan ini Oktomagazine mendapat kesempatan untuk mewancarai Ir Christianto. Beliau mengatakan Ia ingin membuat IndonesIa menjadi negara yang cinta akan teknologi, agar tidak tertinggal dengan negara – negara maju lainnya.

“Teknologi seperti Mikrokontroler ini seharusnya sudah dipelajari oleh anak kelas 5 SD. Karena kurangnya kecintaan masyarakat akan teknologi menjadikan IndonesIa tertinggal dari negara lain,” ujarnya.

Oktomagazine juga sempat mewancarai beberapa peserta yang hadir. Diantaranya adalah Aditya, mahasiwa jurusan elektro angkatan 2010 Universitas 17 Agustus 1945. Ia mengatakan bahwa tidak sia–sia datang dalam seminar ini.

“Memang sudah diajarkan tentang Mikrokontroler di kampus kami, tapi hanya hal–hal dasar saja yang bisa saya pelajari. Dalam seminar ini saya bisa mengetahui lebih jauh lagi tentang Mikrokontroler dan fungsinya dalam dunia industri,” katanya.

Aditya merupakan ketua panitIa di kampusnya yang akan mengadakan kompetisi tentang robot tingkat SMA / SMK Jakarta, tanggal 22 Maret 2012 untuk launching dan 26 – 27 April 2012 untuk lombanya.

Menjelang akhir acara panitia mengadakan lomba yang dapat diikuti para peserta untuk mengendalikan robot dengan menggunakan sebuah laptop. Peserta diharuskan memindahkan kaleng dengan bantuan robot ke tempat yang telah ditentukan. Mahasiwa dari 17 Agustus 1945 yang berhasil menjadi pemenang. –

Sumber: Oktomagazine.com — (mario@oktomagazine.com)

Mar 26

NS.One 1.0

Dalam perkembangannya, software Arduino yang sudah dioprek, yang diberi label NS.One, karena sejak semula di-modifikasi untuk kepentingan operasional pada platform NS.One; telah mengalami sejumlah penyesuaian.

Pertama, splash screen menampilkan board NS.One disertai sejumlah keterangan.

7053060745 6a8c198130 z NS.One 1.0

Kedua, pada menu Help, ditambahkan alamat website NEXT SYSTEM dan NS.One.

Ketiga, fungsi setup() dan loop(), di-create secara otomatis. Walaupun tidak terlalu signifikan, namun cukup membantu.

7056596049 d01ba6b1e0 z NS.One 1.0

Dalam perjalanannya, saat ini, software tengah menjalani sejumlah perubahan mendasar, agar dapat mendukung mikrokontroler varian lain, seperti PIC dan ARM.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai NS.One, silahkan menghubungi NEXT SYSTEM Robotics Learning Center.

Mar 21

Menggunakan Serial Peripheral Interface

Dari sekian banyak pilihan antarmuka untuk transfer data secara serial, SPI adalah komunikasi sinkron tercepat dengan kemampuan full duplex, yang dapat dipacu hingga 10 MHz. Maka dari itu, cara ini digunakan secara luas sebagai metoda antarmuka dengan periferal berkecepatan tinggi seperti Microchip Ethernet Controller ENC28J60, MMC Flash Memory, dan yang lainnya.

Prinsip operasi SPI cukup sederhana, terlebih lagi bila memanfaatkan periferal SPI yang terdapat dalam mikrokontroler, misalnya AVR ATmega16 atau ATmega32, yang digunakan dalam board NS.One; membuat pemrograman menjadi lebih mudah. Cukup mengirimkan data ke register SPI, dan periferal SPI dalam chip akan menyelesaikan pekerjaannya, mengirim dan menerima data ke dan dari divais SPI Slave. Untuk meng-inisialisasi periferal SPI di dalam chip, kita harus meng-enable divais ini sebagai SPI Master dan men-set frekuensi master clock, melalui SPI Control Register dan SPI Status Register.

6855467266 158355f84f b Menggunakan Serial Peripheral Interface

Terkait dengan penggunaan periferal SPI, pin MOSI dan SCK di-set sebagai output, dan MISO di-set sebagai input, sementara CS – untuk memilih divais SPI Slave, dapat menggunakan pin manapun.

Setelah meng-inisialisasi semua port yang digunakan, pin SPI Enable harus di-set, dan memilih operasi SPI master.

Berikut adalah contoh rangkaian mikrokontroler AVR ATmega168 yang terhubung dengan shift register 74HC595 secara SPI.

7009767647 a3c9c65387 b Menggunakan Serial Peripheral Interface

SPI – Serial Peripheral Interface merupakan salah satu materi dalam kelas pelatihan pemrograman mikrokontroler lanjutan, yang diadakan NEXT SYSTEM Robotics Learning Center.

Mar 18

Integrasi Mikrokontroler AVR dan Wiznet 5100

Penetrasi jaringan internet yang demikian cepat pada sejumlah sektor, termasuk rumah modern dan personal gaget, telah membuka ruang untuk aplikasi embedded system, untuk di-integrasikan ke dalam rumah kita, dan menjadikannya sebagai rumah pintar. Sebagai contoh, dengan menempatkan sebuah web server kecil berbasis embedded system di rumah, kita dapat me-monitor dengan mudah seluruh kondisi yang ada, seperti: apakah lampu sudah menyala? apakah kebun sudah disiram? dan sebagainya; melalui komputer atau personal gadget, dimanapun dan kapanpun. Atau, sekedar mencocokkan jam di rumah atau di kantor, melalui NTP – Network Time Protocol, melalui internet icon smile Integrasi Mikrokontroler AVR dan Wiznet 5100

Semua aplikasi yang menarik dan menantang tersebut dapat dibuat dengan meng-integrasikan protokol ethernet, yang merupakan protokol komunikasi dasar yang digunakan oleh internet, ke dalam embedded system. Saat ini, terdapat beberapa pendekatan untuk solusi ini, yang secara umum dibagi dalam dua kelompok, yakni, menggunakan kabel – seperti Wiznet W5100, Microchip ENC28J60; dan nirkabel – seperti Microchip ZG2100MC WiFi module.

Wiznet W5100 merupakan salah satu pilihan yang menarik, mengingat di dalam chip ini sudah tertanam TCP/IP stack dan meng-implementasikan standard IEEE 802.3 (ethernet physical and data link layer). Dengan demikian, mengembangkan aplikasi berbasis TCP/IP stack menjadi lebih mudah, dan dapat di-implementasikan pada sejumlah kecil RAM mikrokontroler.

6847010854 15327af7bd b Integrasi Mikrokontroler AVR dan Wiznet 5100

Pemrograman chip Wiznet 5100 pun menjadi mudah. Yang diperlukan hanyalah menulis dan membaca ke dan dari register internal W5100, untuk menggunakan fitur protokol TCP/IP yang disediakan.

Chip Wiznet W5100 hadir dengan tiga cara untuk mengendalikan register internalnya. Dua yang pertama menggunakan bus paralel, langsung dan tidak langsung; dan yang ketiga menggunakan SPI – Serial Peripheral Interface, cara yang biasa digunakan dalam antarmuka mikrokontroler.

Mikrokontroler AVR bertindak sebagai SPI Master, dan Wizet W5100 sebagai SPI Slave. Protokol SPI memerlukan paling sedikit empat sinyal, yakni: MOSI, MISO, SCK dan CS (SPI Slave Chip Select). Walaupun AVR mendukung semua mode SPI (mode 0,1,2 dan 3), namun chip Wiznet W5100 hanya mendukung mode 0 dan 3, dimana akan men-sample data saat sisi positif clock (rising edge) dan memberikan output ketika sisi negatif clock (falling edge). W5100 menyediakan pin interupsi, namun dapat pula menggunakan metoda polling untuk mengatur operasi W5100.

6986089397 a607d86228 Integrasi Mikrokontroler AVR dan Wiznet 5100

Kemasan chip W5100 yang berbentuk LQPF 80 pin, bisa jadi membuat sakit kepala ketika akan menyoldernya di atas PCB. Cara yang paling mudah adalah menggunakan modul ethernet siap pakai, seperti tampak pada gambar di atas, yang sudah dilengkapi dengan RJ45 female connector, untuk menghubungkannya dengan kabel LAN. Silahkan menghubungi NEXT SYSTEM Robotics Learning Center untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai produk ini, serta pelatihan mikrokontroler dan aplikasinya dalam jaringan berbasis ethernet.

Berikut adalah sejumlah kelas pelatihan yang diadakan NEXT SYSTEM Robotics Learning Center, yang mengangkat topik mengenai ethernet:

  • Pemrograman Mikrokontroler dan Aplikasinya dalam Jaringan Berbasis IP
  • Pemrograman Mikrokontroler dan Aplikasinya dalam Robotika dan Kendali Berbasis IP

Mar 18

Seminar Mikrokontroler AVR

Seminar “Mikrokontroler AVR : Pemrograman dan Aplikasinya” yang diadakan di WRE, Thamrin City Lt.2 Jakarta, Sabtu, 17 Maret 2012, berlangsung dengan baik dan lancar. Peserta, yang mayoritas dari kalangan mahasiswa dan guru, mengikuti sesi demi sesi dengan antusias.

Seminar yang berlangsung dari pk 09.30 – 15.30 wib, masih menyisakan sejumlah materi, yang terpaksa “dipotong” karena waktu yang dialokasikan tidak cukup. Saya, sebagai pembicara tunggal, pun harus bergegas ke stasiun Gambir, karena sudah ditunggu kereta pk 15.50 wib.

6846717022 06c47c3683 z Seminar Mikrokontroler AVR

Seminar dimulai dengan sebuah tayangan ice breaker, untuk mengajak peserta melakukan refleksi, betapa perubahan demikian cepat, dan setiap kita harus meng-antisipasi dan menyiapkan diri sebaik mungkin. Dilanjutkan dengan penyampaian sejumlah materi teknis, demonstrasi dan tanya jawab, yang dibagi dalam tiga sesi – total 4 jam.

Sebuah seminar yang cukup panjang, dan memerlukan stamina yang prima untuk bisa berkonsentrasi dari awal hingga akhir icon smile Seminar Mikrokontroler AVR

Saya berharap dan berdoa, agar materi dan sejumlah demonstrasi yang disampaikan, bisa memberikan positive influence, meng-inspirasi serta mampu mengubah cara pandang dan cara berpikir.

Older posts «