Feb 21

SuperClass! : Raspberry Pi dan Internet of Things

SuperClass! adalah program baru dari Padepokan NEXT SYSTEM Bandung, untuk menjawab tantangan content dalam durasi singkat, dengan biaya ekonomis.

SuperClass! perdana – Raspberry Pi dan Internet of Things, 23 – 24 Februari 2017. Daftarkan segera, tempat terbatas!

# Change your life today. Don’t gamble on the future, act now, without delay!

Feb 10

News Update: Pelatihan Mikrokontroler dan Robotik

Berikut adalah kelas pelatihan yang sedang dan akan berlangsung di Padepokan NEXT SYSTEM Bandung:

  • Raspberry Pi dan Internet of Things, 23/02/2017 – 24/02/2017
  • Seminar “Teknologi Robotik: Sekarang dan Masa Depan”, Padang, 11/03/17
  • Pemrograman dan Aplikasi Mikrokontroler AVR / Arduino, 14/03/17 – 17/03/17

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Padepokan NEXT SYSTEM Bandung, telepon  (022) 4222062 (voice) atau 085100775874 (voice / sms) atau WhatsApp 082119977597 atau email: nextsystem.robotics at gmail.com atau info at nextsys.web.id, pada hari dan jam kerja.

Office hour: Senin – Jum’at, pk 09.00 – 17.00 WIB dan Sabtu, pk 09.00 – 14.00 WIB.

# Change your life today. Don’t gamble on the future, act now, without delay!

Selain platform yang disebutkan berikut, NEXT SYSTEM juga menyediakan sejumlah topik pelatihan terkait mikrokontroler Microchip PIC, BASIC Stamp, MCS-51 dan MSP430 (16-bit) dari Texas Instruments.

Saat ini, Padepokan NEXT SYSTEM Bandung menyelenggarakan sejumlah topik terkait Mikrokontroler ARM Cortex-M, diantaranya:

  • Pemrograman dan Aplikasi Mikrokontroler ARM Cortex-M (3 Hari)
  • Pemrograman ARM Cortex-M dengan MBED (3 Hari)
  • Mikrokontroler ARM Cortex-M dan Aplikasi Real Time Operating System (5 Hari)
  • Mikrokontroler ARM Cortex-M dan Aplikasi Robotik (4 Hari)
  • Custom Training …

Pilihan varian mikrokontroler yang digunakan: STMicroelectronics, Nuvoton, Infineon, NXP, Freescale, Texas Instruments dan Atmel.

Untuk topik terkait Raspberry Pi, diantaranya:

  • Pemrograman dan Aplikasi Raspberry Pi (3 Hari)
  • Raspberry Pi dan Aplikasi Mikrokontroler AVR / Arduino (4 Hari)
  • Raspberry Pi dan Aplikasi Robotik (4 Hari)
  • Raspberry Pi dan Aplikasi Computer Vision (4 Hari)
  • Raspberry Pi dan Aplikasi Digital Signal Processing (4 Hari)
  • Raspberry Pi dan Aplikasi Internet of Things (5 Hari)
  • Custom Training …

Untuk topik terkait Mikrokontroler AVR / Arduino, diantaranya:

  • Pemrograman dan Aplikasi Mikrokontroler AVR / Arduino (3 Hari)
  • Mikrokontroler AVR / Arduino dan Aplikasi Robotik (4 Hari)
  • Mikrokontroler AVR / Arduino dan Aplikasi Physical Computing (5 Hari)
  • Mikrokontroler AVR / Arduino dan Aplikasi Internet of Things (4 Hari)
  • Custom Training …

Untuk Mikrokontroler AVR, terdapat sejumlah pilihan software pemrograman, diantaranya: Arduino, CodeVision AVR, Atmel Studio / AVR Studio, serta BASCOM AVR.

Untuk topik terkait Android dan Aplikasi Mikrokontroler, diantaranya:

  • Pemrograman Android dan Aplikasi Mikrokontroler AVR / Arduino (5 Hari)
  • Pemrograman Android dan Aplikasi Mikrokontroler ARM Cortex-M (5 Hari)
  • Pemrograman Android dan Aplikasi Raspberry Pi (5 Hari)
  • Pemrograman Android dan Aplikasi Internet of Things (5 Hari)
  • Custom Training …

# Change your life today. Don’t gamble on the future, act now, without delay!

Feb 06

Mikrokontroler ARM Cortex-M

Arsitektur ARM Cortex-M terus berkembang dan dikembangkan, terkait dengan kebutuhan aplikasi yang semakin komplek, yang membutuhkan fitur dan kemampuan CPU yang lebih powerful.

Kehadiran sebuah teknologi selalu menuntut SDM yang mumpuni yang mampu memanfaatkan segala keunggulan yang diusungnya, tidak terkecuali di ranah embedded system.

Migrasi dari arsitektur 8 bit ke 32 bit sedang terjadi, walaupun tidak secepat yang diperkirakan. 8 bit masih akan eksis dalam waktu yang lama, karena tidak semua aplikasi harus dijawab dengan solusi 32 bit. Namun, sebagai pemain dan pengembang aplikasi embedded, tentunya harus meng-antisipasi perkembangan ke depan, dengan menyiapkan SDM sedini mungkin, agar bisa bersaing ketika kebutuhan tersebut tiba. Tidak terkecuali dunia pendidikan, yang semakin hari semakin dituntut untuk mampu membidani lahirnya engineer-engineer yang tidak hanya berpengetahuan, namun memiliki pengalaman ngoprek yang cukup, sehingga dapat segera diserap oleh industri.


Padepokan NEXT SYSTEM Bandung mengadakan sejumlah pelatihan terkait platform ARM Cortex-M. Beberapa subyek reguler yang sudah berjalan sejak tahun 2014, diantaranya:

  • Pemrograman dan Aplikasi Mikrokontroler ARM Cortex-M (3 hari)
  • Mikrokontroler ARM Cortex-M dan Aplikasi Robotik (4 hari)
  • Mikrokontroler ARM Cortex-M dan Real Time Operating System (5 hari)
  • Mikrokontroler ARM Cortex-M dan Aplikasi Internet of Things (5 hari)

Dengan pilihan platform dari sejumlah vendor ternama, seperti: ST Microelectronics, Nuvoton, Infineon, Texas Instruments, NXP dan Freescale.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi NEXT SYSTEM di nomor telepon (022) 4222062 atau email info at nextsys.web.id atau nextsystem.robotics at gmail.com.

PS. Untuk topik lain atau topik yang bersifat custom, silahkan menghubungi nomor kontak di atas.

Dec 10

RPi dan Internet of Things: 5-9 Desember 2016

Kloter pelatihan 5-9 Desember 2016 di Padepokan NEXT SYSTEM Bandung, bertajuk Raspberry Pi dan Aplikasi Internet of Things.

Dokumentasi bersama dua peserta – A.R. Anom Besari, M.Sc. (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) dan Akhmad Arif Kurdianto, M.T. (Politeknik Negeri Madura).

rpi_iot_091216

Nov 16

Internet of Things: 14-16 November 2016

Politeknik Negeri Banyuwangi
Foto bersama pejuang pendidikan, dari Politeknik Negeri Banyuwangi, usai pelatihan intensif Rancang Bangun dan Implementasi Internet of Things, 14 – 16 November 2016. Pelatihan dilangsungkan di Padepokan NEXT SYSTEM Bandung.

Dalam kelas ini peserta mempelajari sejumlah platform – Raspberry Pi, ESP8266 juga pengembangan aplikasi di sisi Android. Dari sisi protokol, juga dipelajari implementasi menggunakan MQTT, HTTP serta RESTful.

 

Nov 15

Driver Motor L293D

Motor memerlukan energi yang cukup banyak, khususnya motor-motor yang murah, yang kurang efisien. Hal pertama yang perlu dicermati adalah berapa tegangan motor yang akan digunakan. Hal kedua adalah, seberapa besar arus yang dibutuhkan motor. Driver motor seperti L293D dirancang untuk menyediakan arus hingga 600 mA per motor, dengan arus puncak 1.2A. Harap dicatat, bila menyentuh konsumsi arus hingga 1A, kita perlu memasang heatsink. Bila tidak, akan terjadi kegagalan karena panas berlebih (thermal shutdown), dan bisa terjadi kerusakan pada chip.

l293d

Beberapa orang menggunakan chip driver SN754410 karena pin compatible dengan L293D, serta memiliki dioda output dan dapat menyediakan arus 1A per motor, dengan arus puncak 2A. Setelah mencermati datasheet, dioda pada output dirancang hanya untuk proteksi ESD (Electrostatic Discharge) dan yang menggunakannya sebagai proteksi kick-back adalah sebuah hack dan tidak dijamin untuk performa. Untuk alasan tersebut, Robot Edukasi – robot untuk pembelajaran robotik yang dikembangkan oleh Padepokan NEXT SYSTEM Bandung; menggunakan L293D yang memang dilengkapi dengan diode proteksi kick-back.

L293D dapat dirangkai secara piggyback dan akan memberikan kemampuan menangani arus berlipat.

Nov 12

Seminar Raspberry Pi di Telkom University

Menjadi nara sumber seminar Raspberry Pi for Better Future di Telkom University, Sabtu, 12 November 2016. Seminar yang dihadiri 100+ peserta, berlangsung di salah satu ruangan di Gedung N Teknik Elektro kampus Telkom University Bandung.

Kiranya, apa yang disampaikan, dapat memberikan pengetahuan, wawasan dan inspirasi. Raspberry Pi bukan lagi sesuatu yang asing, namun menjadikannya sebagai “mainan” yang dapat di-aplikasikan di banyak ranah kebutuhan.

Memberkati anak bangsa melalui sentuhan teknologi._mg_1497

Seminar Raspberry Pi

Seminar Raspberry Pi

Nov 06

Raspberry Pi dan Input Analog

mcp3008

#!/usr/bin/env python

# Written by Limor "Ladyada" Fried for Adafruit Industries, (c) 2015
# This code is released into the public domain

import time
import os
import RPi.GPIO as GPIO

GPIO.setmode(GPIO.BCM)
DEBUG = 1

# read SPI data from MCP3008 chip, 8 possible adc's (0 thru 7)
def readadc(adcnum, clockpin, mosipin, misopin, cspin):
   if ((adcnum > 7) or (adcnum < 0)):
           return -1
   GPIO.output(cspin, True)

   GPIO.output(clockpin, False) 
   GPIO.output(cspin, False)  

   commandout = adcnum
   commandout |= 0x18 
   commandout <<= 3   
   for i in range(5):
     if (commandout & 0x80):
       GPIO.output(mosipin, True)
     else:
       GPIO.output(mosipin, False)
     commandout <<= 1
     GPIO.output(clockpin, True)
     GPIO.output(clockpin, False)

   adcout = 0
   # read in one empty bit, one null bit and 10 ADC bits
   for i in range(12):
     GPIO.output(clockpin, True)
     GPIO.output(clockpin, False)
     adcout <<= 1
     if (GPIO.input(misopin)):
       adcout |= 0x1

   GPIO.output(cspin, True)
   
   adcout >>= 1       
   return adcout

SPICLK = 18
SPIMISO = 23
SPIMOSI = 24
SPICS = 25

# set up the SPI interface pins
GPIO.setup(SPIMOSI, GPIO.OUT)
GPIO.setup(SPIMISO, GPIO.IN)
GPIO.setup(SPICLK, GPIO.OUT)
GPIO.setup(SPICS, GPIO.OUT)

# 10k trim pot connected to adc #0
potentiometer_adc = 0;

last_read = 0       
tolerance = 5       

while True:
  # we'll assume that the pot didn't move
  trim_pot_changed = False

  # read the analog pin
  trim_pot = readadc(potentiometer_adc, SPICLK, SPIMOSI, SPIMISO, SPICS)
  # how much has it changed since the last read?
  pot_adjust = abs(trim_pot - last_read)

  if DEBUG:
    print "trim_pot:", trim_pot
    print "pot_adjust:", pot_adjust
    print "last_read", last_read

  if ( pot_adjust > tolerance ):
    trim_pot_changed = True

  if DEBUG:
    print "trim_pot_changed", trim_pot_changed

  if ( trim_pot_changed ):
    set_volume = trim_pot / 10.24
    set_volume = round(set_volume)
    set_volume = int(set_volume)

    print 'Volume = {volume}%' .format(volume = set_volume)
    set_vol_cmd = 'sudo amixer cset numid=1 -- {volume}% > /dev/null' .format(volume = set_volume)
    os.system(set_vol_cmd)  # set volume

    if DEBUG:
      print "set_volume", set_volume
      print "tri_pot_changed", set_volume

    # save the potentiometer reading for the next loop
    last_read = trim_pot

  # hang out and do nothing for a half second
  time.sleep(0.5)

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelatihan Raspberry Pi dan aplikasinya, silahkan menghubungi NEXT SYSTEM Robotics Learning Cernter Bandung, (022) 4222062 atau WA 082119977597 atau email info dot nextsys.web.id.

Nov 04

Seminar Raspberry Pi, 12.11.2016

Seminar RPi di Telkom University

Oct 26

High Power LED

High Power LED (HPL) memiliki spesifikasi yang sedikit berbeda dibanding LED biasa, khususnya dari sisi konsumsi arus. Drop voltage HPL umumnya 2.6V – 3.7V, tergantung warna; sementara konsumsi arusnya 280mA – 300mA.

Hal lainnya, HPL biasanya dirangkai secara seri paralel, untuk mendapatkan terang yang lebih kuat. Untuk men-drive, diperlukan driver arus konstan, dengan tegangan yang sesuai dengan rangkaian HPL.

Sebagai contoh, spesifikasi driver HPL sebagai berikut:

  • Output Voltage : 39 – 72V DC (tegangan kerja standar HPL 2,6 – 3,7V).
  • Output Current : 280-300 mA

Artinya, driver ini bisa mendukung rangkaian HPL maksimum 19 LED yang dihubungkan secara seri (tergantung warna).

Contoh lain, spesifikasi driver HPL sebagai berikut:

  • Output Voltage: 10-12V
  • Output Current : 800-900 mA

Artinya, driver ini bisa mendukung rangkaian HPL dengan 3 rangkaian LED paralel @ 3 LED yang dihubungkan secara seri (contoh: putih, 3 x 3.7V = 11.1V).

Jadi, perlu kesesuaian antara driver dan LED yang digunakan.

Older posts «